Hanya Sepuluh Kabupaten/Kota di NTT Ikut Expo Harkopnas

0
130

KUPANG. NTTsatu.com – Expo Harkopnas 2015 di Kupang tanggal 11 hingga 14 Juni 2015 hanya diikuti oleh 10 kabupaten/kota di NTT. Dua belas lainnya absen dan tidak ada penyampaikan kepada Panitian Provinsi NTT.

Ketua Panitia Lokal Exspo Harkopnas 2015, Dominukus Acis yang dihubungi, Jumat, 12 Juni 2015 membenarkan, dari 22 kabupaten/kota di seluruh provinsi NTT, hanya sepuluh yang mengikuti expo ini. Sisanya tidak ada pemberitahuan.

Sepuluh kabupaten/kota yang hadir itu adalah, Kota Kupang, Alor, Belu, Kabupaten Kupang, Lembata, Manggarai Timur, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah.

“Kita sudah undang semua kabupaten/Kota di NTT namun hanya sepuluh yang mengikuti kegiatan bersakala nasional itu. Kabupaten lainnya tidak ada pemberitahuan kepada panitia,” katanya.

Ditanya, apakah ada sanksi yang akan diberikan pemerintah provinsi NTT kepada 12 kabupaten yang tidak mengikuti expo itu, Ancis mengakui tidak tahu. “Kita ini kan bawahan saja, jadi kita tidak tahu apakah pimpinan akan memberikan sanksi kepada 12 kabupaten/kota itu, saya tidak tahu.

Expo Harkopnas 2015 ini diikuti oleh 25 Pemerintah Provinsi se Indonesia, Pemerintah Kabupaten sebanyak 52, pemerintah kota sebanyak 35 dan non Pemerintah daerah sebanyak 19 peserta.

Pemerintah provinsi yang ikut adalah Aceh, Banten, Bengkulu, DIY, DKI, Jambi, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sumatera Selatan.

Diberitakan sebelumnya, setiap peserta yang hadir membayar biaya stan dalam bangunan utama Expo itu sebesar minimal Rp 20 juta. Dengan demikian maka 216 stan berukuran 3 x 3 meter itu jika disewa seluruhnya maka akan mendatangkan pemasukan sebesar Rp 4 miliar lebih.

Seluruh biaya sewa stan itu akan diserahkan kepada pihak ketiga yang mendatangkan bahan kemudian membangun seluruh bangunan stan itu yakni PT Feraco. Perusahan itu mendatangkan bahan dari Jakarta sebanyak 12 konteiner.

“Kita bisa bayangkan berapa besar biaya yang dikeluarkan PT Faraco tersebut mulai mendatangkan barang, biaya pelabuhan selama membongkar bahan itu. Perusahan ijni tidak menggunakan listrik PLN tetapi dengan genzet sendiri, dan semua stan yang berada dalam satu bangunan itu dilengkapi dengan AC,” kata Ancis yang juga Kabid Bina Lembaga Koperasi dan pengembangan SDM pada Dinas Koperasi NTT.(iki)

Komentar ANDA?