Harga Ikan di Kupang Tidak Terkendali

0
1287
Foto: IKan di pasaran

KUPANG. NTTsatu.com – Harga ikan di pasaran dalam kota Kupang  semakin tidak terkendali. Lonjakan harga ikan itu terjadi karena nelayan tidak melaut  menyusul gelombang dan angin kencang sepekan terakhir ini melanda daerah ini.

Sejumlah penjual ikan yang ditemui di pasar  Osapa, Penfui dan Pasar Kasih Naikoten I Kupang, Selasa, 07 Pebruari 2017 mengakui, harga ikan memang sulit dikendalikan karena pasokan dari nelayan tidak ada lagi sejak angin kencang dan gelombang laut melanda daerah ini.

“Kita sulit mendapatkan ikan setiap hari seperti selama ini, karena itu stok yang ada memang harus dijual seperti ini. Kami tidak memaksa pembeli, kalau memang harga cocok ya silahkan,” kata Raden seorang penjual ikan di Pasar  Oesapa.

Hal senada juga disampaikan Simon dan Habel keduanya penjual ikan di Penfui dan Pasar Kasih. Mereka mengakui, ikan yang mereka jual ini dibeli dari penjual lainnya di Pasar Oeba.

“Kami beli di Oeba memang mahal, sehingga kami juga terpaka jual seperti ini untuk bisa mendapatkan untung,” kata Habel.

Harga ikan kombong ukuran sedang misalnya, sebelumnya di jual bekisar 8-10 ekor seharga Rp 20.000, saat ini mereka jual 4 ekor seharga Rp 20.000.

Ikan jenis tembang ukuran kecil yang bisasanya dijual 15 ekor Rp 10.000 kini dijual 8 ekor  Rp 10.000,-

Kondisi harga ikan yang mahal ini berpengaruh pada harga ayam potong. Jika harga ayam potong sebelumnya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 50.000/ekor ukuran sedang, sekarang naik menjadi Rp 50.000 hingga Rp 70.000. (bp)

Komentar ANDA?