Hari ini Dubes India Resmikan LTS di TTS

0
127

KUPANG. NTTsatu.com -Duta Besar India untuk Indonesia H. E. Gurjit Singh dijadwalkan siang ini. Rabu, 8 Juli 2015 akan meresmikan Bengkel Listrik Tenaga Surya (LTS) di Kabupaten Sikka dan Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, kemarin, Selasa 7 Juli 2015 diresmikan LTS yang sama di Kabupaten Sikka.

Peresmian listrik tenaga surya itu atas kerjasama dalam rangka membantu beberapa desa di NTT yang masih belum memiliki lsitrik yang telah dilakukan antara Yayasan Wadah Titian Harapan dengan Barefoot College India.

Wakil Ketua DPRD TTS Alex Kase yang dihubungi dari Kupang ke Soe, Rabu Rabu, 8 Juli 2015 pagi mengatakan, pemerintah dan DPRD TTS sangat mendukung kerjasam tersebut karena listrik adalah kebutuhan mendasar masyarakat.

Dia menjelaskan, Kabupaten TTS adalah wilayah yang jumlah penduduknya mencapai 500 ribu jiwa yang tersebar di 266 desa dan 14 kelurahan, namun sebagian besar masyarakat belum mendapat layanan listrik.

“Kami dari lembaga DPRD TTS sangat mendukung dan mudah-mudahan bukan hanya Desa Koa saja yang mendapat listrik tenaga surya, karena di TTS banyak desa yang terisolir dan jauh dar PLN,” kata Alex.

Ia menjelaskan TTS adalah daerah yang topografinya sulit dijangkau Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena itu kerjasama yang dibangun dan menghasilkan bantuan tenaga surya perlu didukung. Namun, diharapkan pemerintah dan pihak terkait tidak hanya melihat dari jumlahnya saja, tetapi mutu atau kualitas barang yang diutamakan.

Dikatakan, bantuan listrik tenaga surya adalah terobosan pemerintah untuk membantu masyarakat yang belum terlayani listrik PLN. Karena itu diharapkan, kualitas dan mutu mesin tenaga surya harus diutamakan agar tidak rusak dalam waktu yang singkat.

“Ada yang baru dipasang satu atau dua tahun sudah rusak karena barang yang dibeli itu kualitasnya masih kurang sehingga cepat rusak,” jelas Alex.

Ia mengakui, setiap tahun pengadaan listrik tenaga surya di TTS dilakukan, namun selain belum mencakup seluruh masyarakat, kualitas barang yang didatangkan sangat tidak mutu sehingga cepat rusak.

Menurutnya, sebagian besar warga di wilayah TTS sangat membutuhkan layanan listrik. Siswa yang masih aktif sekolah juga sering kesulitan saat belajar, namun diharapkan dengan adanya bantuan lsitrik tenaga surya di beberapa desa akan membantu anak-anak untuk belajar.

“Kami berharap bukan hanya Desa Koa yang dapat bantuan, tetapi kalau bisa pemerintah terus berupaya agar desa-desa yang terisolir di TTS juga mendapat bantuan layanan listrik,” harap Alex. (iki)

Komentar ANDA?