Hari ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat

0
599

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

*Senin Hari Raya Natal*, 25 Desember 2023. Bacaan: Yesaya 9: 1-6 dan Titus 2: 11-14 dan Injil  Lk 2: 1-14.

Hari Ulang tahun kelahiran, perkawinan, kaul kebiaraan atau tahbisan imamat punya makna penting. Ada momentum tertentu kenangan itu dirayakan secara besar-besaran karena mempunyai arti tersendiri dalam hidup. Kenangan atas 25th, 40th, 50th, dst… Kegembiraan dan sukacita adalah warna dominannya.

Ketika orang Israel ditawan dan dibuang ke tanah Asur rasanya hidup mereka berada di dalam gelap gulita. Di dalam situasi itu segala harapan mereka sirna maka kelahiran Sang Putera Allah ibarat cahaya yang bersinar cerah. Raja baru itu dijukuki dengan berbagai gelar seperti lukisan nabi Yesaya. Saleh seperti Musa, berani seperti Daud, bijaksana seperti Salomo. Dalam Diri-Nya segala julukan itu membaur dengan cinta kasih.

Gema lagu malam kudus lain dari biasanya kalau disimak dengan teliti. Saat itu seorang Putera lahir bagi kita. Dialah Raja Damai yang telah dijanjikan melalui para nabi sebagai wujud kebesaran kasih Allah. Dia lahir bukan di fasilitas istimewa melainkan di tempat yang sangat kontras yakni kandang hewan dan memang DIA tak menuntut. Hati umat manusia diliputi kegembiraan dan sukacita karena keselamatan telah tiba.

Dalam semangat dan cara yang paling sederhana Tuhan menjumpai kita manusia. Olehnya sukacita Natal mengajak kita agar tak perlu merasa cemas atau galau. Kita dituntut Kanak Yesus agar melihat nasib hidup kita sendiri yang masih terus terlena dalam dosa. Karena Putera Allah yang lahir adalah Immanuel, Allah beserta kita. DIA menyapa kita dalam seluruh situasi hidup, baik yang menyenangkan maupun yang mendatangkan dukalara. Yesus memakai semua kejadian sejarah hidup kita manusia untuk memberi arti kehidupan.

Kita menyambut Natal 2023 ini seraya merenungkan tema:
*Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi*. Oleh karena kita adalah pengikut Kristus yang satu dan sama maka sepatutnya kita membiarkan diri dipimpin oleh-Nya. Sebab pada kenyataan kita cendrung mengelak dan mau mengikuti selera pribadi kita masing-masing. Jika sikap kita demikian maka sulit terwujud keadilan dan damai sejahtera. Dari sebab itu cita-cita bersama: Terus melaju untuk Indonesia maju bakal tetap hanya menjadi sebuah selogan indah. Bagaimana kita membangun pemahaman diri kita masing-masing di masa natal ini?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Raya Natal buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🎅🧑‍🎄🌲🎄🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?