Harus Ada Korelasi Antara Desain Pendidikan SMK dan Program Pemerintah Daerah

0
408

NTTsatu.com — ATAMBUA — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan harus ada korelasi antara desain pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan program pemerintah daerah.

“Saya minta seluruh SMK Pertanian dan Peternakan langsung bersinergi dengan program-program pemerintah daerah. Sehingga kita bisa hitung, yang bersangkutan setelah selesai dari sini, dia jadi tenaga sangat produktif untuk kita pakai dalam bidang ini karena dia mampu.Kita sudah punya sumber daya manusianya,” jelas Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan peninjauan di SMKN Sasitamean Kecamatan Sasitamean Malaka, Kamis (25/3).

Menurut Gubernur Viktor, dari kunjungannya ke banyak SMK, ditemukan belum ada korelasi antara apa yang diajarkan dengan desain pertanian dan peternakan dari pemerintah daerah. Harus ada kerja sama dan kolaborasi antara para kepala sekolah SMK Pertanian-Peternakan dengan dinas pertanian dan peternakan baik kabupaten maupun provinsi sehingga para siswa tidak jauh panggang dari api terhadap mimpi-mimpi besar pemerintah daerah.

“Harus ada sinergi di sini. Dinas pertanian dan peternakan masuk ke situ (SMK,red). Jelaskan program pemerintah. Ini program pemerintah, anggaran yang disiapkan berapa. Keterlibatan masyarakat seperti apa. Bila siswa ingin terlibat, lahannya di mana. Tidak punya lahan, kita siapkan. Masih banyak lahan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten yang tidak sempat diolah, siswa bisa kerjakan. Program dinas perindustrian dan perdagangan harus diketahui oleh sekolah dan para siswa sehingga ada kolaborasi,” jelas Gubernur Viktor.

Dalam kesempatan tersebut politisi Nasdem itu kembali tekankan pentingnya desain pendidikan SMK selama empat tahun. Selama masa tersebut, siswa dapat membangun dirinya sendiri dan mampu menciptakan pekerjaan sendiri.

“Khusus pertanian dan peternakan, kalau anak-anak dilatih dengan benar dan punya semangat tinggi, kita tidak akan miskin lagi. Mereka harus dilatih untuk mengolah lahan, satu orang siswa minimal bisa kelola lahan dua hektar. Tentu butuh kerjasama antara sekolah dan dinas pertanian dan peternakan. Tidak mungkin ada orang miskin kalau rajin. Dalam pendidikan harus ada transfer pengetahuan, keterampilan dan sikap, “jelas Gubernur VBL.

Gubernur Viktor juga minta agar di sekolah dikembangkan tiga bahasa yakni bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bahasa daerah tunjukan asal kita darimana sehingga tidak lupakan identitas kelokalan. Bahasa Indonesia tunjukan identitas nasional.

“Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar internasional. Apalagi program utama provinsi adalah pariwisata. Di dalam ruang kelas wajib tempel tempat-tempat pariwisata di NTT supaya orang tahu seluruh potensi alam dan budaya pariwisata NTT, “pungkas Gubernur Viktor.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN Sasitamean, Maximus Berek menyampaikan keadaan umum sekolah tersebut. Sekolah tersebut didirikan pada Juni 2010 dengan akrrditasi C. Dengan 3 bidang keahlian yakni agribisnis ternak, tanaman pangan dan holtikultura serta multimedia. Ada 136 siswa dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan 30 orang baik yang PNS, honor komite maupun kontrak provinsi.

“Luas lahan seluruhnya sekitar 5,8 ha.Untuk bangunan 3 ha dan lahan praktek 2 ha lebih. Kami berterima kasih karena baru pertama kali dapat kunjungan kehormatan ini dari Gubernur. Kesulitan utama kami di sini adalah soal air untuk kegiatan praktek, ” jelas Maksimus.

Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Plh. Bupati Malaka Donatus Bere memberikan sumbangan motor air. (sipers)

Komentar ANDA?