Hashim Muzadi: Kemerdekaan Indonesia Dibangun Oleh Semua Agama

0
198
Foto: Kyai Haji Hashim Muzadi ketika menyampaikan seruannya Kyai Haji Hashim Muzadi

KUPANG. NTTsatu.com – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Kyai Haji Hashim Muzadi yang secara khusus hadir pada kesempatan doa bersama di Kupang, menegaskan bahwa  kemerdekaan Indonesia dibangun oleh semua agama.

“Tidak boleh ada   agama manapun, yang mengklaim diri sebagai satu-satunya yang memperjuangkan kemerdekaan. Pahlawan-pahlawan bangsa berserakan di seluruh negeri, dari semua agama.Maka konsekuensinya, tidak boleh ada satu agama pun, yang boleh mengambil alih negara, untuk dirinya sendiri tanpa keterkaitan dengan agama lainnya,” tegas Hazhim dalam orasinya.

Lebih lanjut, mantan Ketua PBNU itu menyatakan, selalu ada potensi gangguan terhadap Nusantara Bersatu, baik dari dalam maupun dari luar negeri.  Menurutnya, pintu masuk yang paling cepat untuk memecah kesatuan Indonesia adalah melalui konflik agama.

“Konflik-konflik agama di Indonesia, umumnya terjadi karena faktor-faktor non agama yang diagamakan oleh agama itu sendiri. Tokoh-tokoh agama memilki kewajiban, untuk kembali menempatkan agama sebagai agama. Agama harus menjadi potensi negara, bukan sebagai sumber masalah. Agama harus diletakan sebagai pegangan hidup dan keluhuran. Agama akan berkembang, kalau menawarkan semangat humanisme. Tokoh-tokoh agama juga hendaknya terbuka, untuk belajar ajaran agama lain. Saya selalu menghimbau kepada Penyelenggara Negara, untuk menempatkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Merry Kolimon menyatakan bahwa, Indonesia adalah suatu fakta kemajemukan. Keberagaman adalah modal sosial bangsa.

“Tidak ada warga kelas satu dan kelas dua dalam bangsa ini, entah karena agama atau alasan apapun. Karena itu ketika kita menolak keragaman, kita sedang menolak menjadi Indonesia, seperti komitmen awal para pendiri bangsa. Kami meminta kepada Presiden Jokowi Widodo untuk tetap menjadi Presiden, bagi seluruh rakyat Indonesia, apapun latar belakangnya. Kami mendukung Presiden untuk tidak berkompromi dengan kelompok intoleran, yang memiliki agenda-agenda terselubung,” ujar Merry.

Selanjutnya, Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno  menjelaskan, tantangan dan ancaman terhadap integrasi, telah ada sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia, dari kekuatan ekstrem dalam dan luar negeri.

“Kita harus terus menyatukan tekad, untuk tegas menolak segala paham dan arus radikalisme, yang dapat menghancurkan persatuan Indonesia,” jelasnya.

Acara Nusantara Bersatu di NTT pagi tadi (Rabu, 30 November 2016, diisi dengan curahan hati  tentang Indonesia yang damai dan bersatu dari seorang siwa SMPN 2 Kupang, Fetor Bijak Anakai. Ada juga Puisi berjudul Suara Anak Tenggara, dari dua orang siswa SMA St. Carolus Penfui dilanjutkan dengan Doa Bersama dari lima pemuka agama.

Bagian akhir Aksi Nasional itu, diisi dengan pembacaan dan penandatangan  Seruan Bersama seluruh Pemimpin Agama Nusa Tenggara Timur.

Tampak hadir pada acara tersebut  Forkompinda Provinsi NTT, Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Ketua MUI NTT, Ketua PHDI NTT, Ketua Walubi NTT, pimpinan-pimpinan Ormas dan kepemudaan, pelajar, mahasiswa, ribuan ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang serta masyarakat umum. (Biro Humas NTT)

Komentar ANDA?