Helikopter Basarnas Jatuh Setelah Tabrak Tebing Gunung Batok

0
165
Foto: Kawah Sileri Dieng menyemburkan lumpur setinggi 200 meter di kawasan Desa Kepakisan Batur, Banjarnegara, Minggu (2/7/2017).(dok. BPBD Banjarnegara)

NTTsatu.com – TEMANGGUNG – Sebuah helikopter berwarna oranye jatuh di perbukitan Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (2/7/2017) sore. Helikopter yang jatuh tersebut adalah milik Basarnas.

Menurut Kepala Seksi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Temanggung, Gito Walngadi, helikopter tersebut jatuh setelah menabrak tebing Gunung Batok.

“Iya benar itu informasi sudah A1, tapi kami masih menuju ke sana untuk mengecek,” kata Gito, Minggu petang.

Senada, Kepala Polres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo juga belum dapat memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Ia mengatakan masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk mengeceknya.

Sebelumnya, Deputi Operasional Basarnas, Mayjen Heronimus Guru, mengonfirmasi bahwa helikopter yang jatuh di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (2/7/2017), adalah milik Badan SAR Nasional (Basarnas).  “Kami menuju lokasi sekarang,” ujar Heronimus.

Mayjen Heronimus Guru mengatakan, helikopter tersebut rencananya akan membantu evakuasi korban letusan Kawah Sileri di kawasan wisata pegunungan Dieng.

“Kejadian meletus gunung Dieng itu di situ, sehingga diminta menggerakan itu untuk memberikan bantuan,” ujar Heronimus.

Heronimus menjelaskan, helikopter berangkat dari Grinsing yang merupakan lokasi siaga selama lebaran. Sebab, Grinsing dinilai paling dekat dengan lokasi letusan di Kawah Sileri.

Adapun Kawah Sileri yang berada kawasan wisata pegunungan Dieng, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah meletus sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, 17 wisatawan mengalami luka-luka. (kompas.com)

Komentar ANDA?