Hendaklah Kamu Juga Siap Sedia, Sebab Anak Manusia Datang Pada Saat yang Tidak Kamu Sangkakan

0
238

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Biasa XIX, 07 Agustus 2022. Bacaan. Kebij 18: 6-9 dan Ibrani 11: 1-2, 8-19 dan Injil  Lk 12: 32-40

Bapa Sardy Laak (55th) adalah seorang guru SMPK Santa Theresia Merdeka, Kupang, tadi pagi (6/8) tiba-tiba jatuh dan langsung meninggal. Sosok guru olahraga bertubuh gempal itu kemungkinan kena serangan jantung. Anak-anak jadi kaget saat kejadian itu karena beliau sendiri selaku pemimpin senam dan dengan sendirinya aktivitaspun berhenti. Setelah dipastikan di RSUD Yohanes, para guru antarkan jasad beliau dalam mobil miliknya ke rumah kediamananya. Sungguh sangat kaget dan sedih peristiwa nahas ini.

Mendengar kata Yesus dalam injil: “Hendaklah kamu juga siap sedia”, boleh jadi pikiran kita langsung terarah kepada keselamatan nyawa kita sendiri. Sikap waspada ini merupakan sebuah penekanan khusus dari Yesus. Terlebih dalam kaitan dengan tanggungjawab yang masing-masing kita terima. Yesus tekankan bahwa setiap orang dalam hidupnya harus selalu waspada. Siap sedia sebagai sikap batin dalam mengantisipasi saat, apapun yang akan terjadi di luar dugaan kita.

Dalam wacana Injil tadi, Yesus mau memberikan warning, peringatan kepada kita. Tujuannya agar kita sungguh memahami bahwa jalan hidup itu senantiasa menjanjikan berbagai kemungkinan bagi siapapun. Entahkah akan membawa selamat atau kebinasaan bagi diri kita, masih menjadi tanda tanya. Terhadap kedua kemungkinan ini, Siap sedia atau waspada adalah Sikap yang bijaksana yang diwartakan dalam bacaan pertama. Sebab orang akan hati-hati sehingga tak sampai terjebak dalam situasi hidup yang mengancam keselamatan nyawa.

Kita hidup di era milenial dimana amat menjanjikan berbagai peluang dan kemungkinan dalam banyak hal. Walaupun situasi hidup sudah serba mudah dan instan, Yesus tetap minta kita agar waspada. Dengan demikian kita tak mudah terjebak dalam berbagai tawaran menggiurkan, yang akhirnya membawa kesulitan dan penderitaan bagi kita. Banyak kali karena kita ingin cepat dapat hasil dalam hidup maka jadinya kita tak selektif.

Selain itu di kalangan masyarakat juga banyak orang yang senang menyebut dirinya sebagai “hamba Tuhan”. Biarpun merasa diri demikian tapi banyak juga orang tak tau malu minta fasilitas dan kemudahan lebih dari pada hamba lainnya. Padahal sejatinya fungsi utama seorang hamba adalah melayani tuannya dalam semua tingkat kebutuhan. Itu artinya orang lebih senang menjadi tuan dari pada menjadi hamba. Karena yang dibayangkan dibaliknya adalah kuasa dan kedudukan. Makin jelas karena ada tambahan pendapatan dan segala kemudahan lain.

Adalah benar bahwa pelayan itu butuh sarana dan prasarana tapi demi mempermudah pekerjaan yang digeluti. Sebab itu ketika seorang abdi Tuhan mulai lupa akan peran dan tugas, Yesus ingatkan dalam pesan tadi: setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya juga akan banyak dituntut; Dan kepada orang yang banyak dipercayakan, dari padanya juga akan lebih banyak lagi dituntut. Sejauh mana kita aplikasikan pesan Yesus ini dalam segala tugas dan kesibukan hidup kita?

Salam sehat di Hari Minggu buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau Belum ada, BerUSAHALAH. Jika masih Kurang Ber- SABARLAH. Jika Lebih, BerBAGILAH. Jika Cukup, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹✝️🌹🎁🛍️🍇🍇🌽🎉🔥🔥🤝🤝🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang 

Komentar ANDA?