Honing: Jangan Cederai Politik Pemilihan Gubernur NTT

0
173
Foto: Honing Sanny – Awang Notoprawiro

Honing Ingin Gandeng Awang

NTTsatu.com – KUPANG – Bakal Calon Gubernur NTT, Fransiskus Honing Sanny menyatakan,  pemilihan Gubernur NTT tahun depan ingin memilih Gubernur NTT untuk memimpin daerah ini lima tahun ke depan. Karena itu, hindari sikap saling menghujat apalagi membicarakan kejelekan kompetitor.

“Kita ingin menjadikan Pilgub NTT ini bermartabat karena kita akan memilih pemimpin yang bermartabat untuk memimpin daerah ini lima tahu ke depan. Kalau orang bermartabat berarti tidak membicarakan kesalahan atau kejelekan orang lain apalagi sesama kompetitor,” tegasnya ketika dihubung NTTsatu.com, Rabu, 28 Juni 2017.

Menurut Honing, dia sudah secara terbuka melamar Awang Notoprawiro Ketua DPW PAN NTT menjadi calon wakilnya karena dia tahu figur ini memiliki kemampuan untuk bersama-sama memimpin daerah ini.

Honnig mengaku sudah membuat surat terbuka yang disebarkan di media sosial dengan maksud agar masyarakat dan para bakal calon bersama tim suksesnya menjalankan tugas dengan baik tanpa harus mencederai orang lain.

Berikut surat terbuka Honing yang dikutip secara lengkap:

Saya Honing Sanny, melalui surat terbuka ini ingin mengajak semua kawan dan sahabat yg kebetulan membaca surat atau postingan saya ini untuk memperhatikan beberapa catatan:

  1. Terkait proses pemilukada gubernur NTT 2018, saya sebagai warga negara Indonesia dengan pengalaman politik yang saya miliki sebagai eks anggota DPR RI Dapil NTT-1 telah mengambil bagian untuk ikut serta dalam konstestasi yang akan datang dengan serius memperkenalkan diri kepada semua kalangan baik secara formal dengan mendaftarkan diri sebagai salah satu bakal calon di PDIP, PKB, PKPI dan PAN. Saya juga akan mendaftarkan diri kepada semua partai politik yang sedang atau akan membuka pedaftaran terkait pemilukada 2018.
  2. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua partai yang sudah menerima saya pada saat pedaftaran dengan sangat baik dan komunikatif. Saya berharap semua proses akan dijalankan dengan sungguh-sungguh profesional. Saya secara pribadi dan tim pemenangan akan menerima apapun yang akan partai putuskan karena itu menjadi bagian tidak terpisahkan dari pematangan kita berdemokrasi. Siapapun yang akan didukung oleh partai-politik tentu saja didasari dengan pertimbangan politik tertentu untuk kebaikan partai dan NTT.
  3. Terkait wakil, saya secara terbuka melamar Saudara Awang Notoprawiro Ketua DPW NTT sebagai wakil gubernur untuk periode 2018-2023. Terkait lamaran tersebut, saya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada PAN. Apapun yang akan diputuskan oleh PAN tentu saja untuk kepentingan PAN yang lebih besar dan NTT.
  4. Terkait dengan rencana membangun NTT, saya memiliki tantangan yang sungguh berat terkait fakta bahwa NTT masuk kategori termiskin ketiga secara Nasional dan terkorup keempat secara nasional. Tugas saya bersama pasangan serta semua stakeholders adalah mengurai dan mengurangi kenyataan tersebut. Tantangan lain yakni bersama para bupati untuk melepaskan 18 kabupaten se-NTT yang sampai saat ini masih masuk dalam kategori kabupaten miskin. Oleh sebab itu semua program akan diarahkan untuk itu.
  5. Kepada semua pendukung dan simpatisan yang bekerja, membantu, mensosialisasikan saya baik secara langsung kepada masyarakat ataupun melalui media sosial saya ajak UNTUK TIDAK MENJELEKKAN ATAU BERCERITA BURUK TENTANG SESAMA BAKAL CALON. Apabila ada yang bercerita buruk tentang saya tidak perlu ditanggapi secara emosial sekalipun berat. Mari kita budayakan politik yang santun. Masyarakat NTT sudah paham siapa yang layak menjadi pemimpin mereka dari REKAM JEJAK masing-masing bakal calon. Begitu juga partai politik pasti sudah mempertimbangan bakal calon yang menurut partai besar peluang untuk menang.
  6. Terkait mahalnya biaya politik saya selalu kampayekan politik murah dengan mengajak partisipasi masyarakat. Hindari mobilisasi namun bangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin. Hindari politik uang untuk sekedar mempengaruhi masyarakat.
  7. Mari kita semua menjaga kedewasaan dalam politik agar pemilukada tidak sekedar melahirkan pemimpin namun lebih dari itu menjadi pembelajaran bagi semua bagaimana politik seharusnya dijalankan.

Semoga Tuhan dan Leluhur merestui semua rencana kita.

Salam- NTT BERSIH

(FRANSISKUS)
HONING SANNY

Komentar ANDA?