Honing Sanny: Keberagaman Jadi Modal Keutuhan Bangsa

0
210

KUPANG. NTTsatu.com – Keberagaman merupakan modal sekaligus kekuatan pembetuk Indonesia sebagai bangsa. Konflik-konflik yg terjadi dengan alasan perbedaan terutama agama mencerminkan dangkal dan belum dewasanya masyarakat kita dalam menerima  perbedaan.

Hal ini disampaikan Honing Sanny Anggota DPR RI Dapil NTT I dalam pertemuan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dengan masyarakat Kelurahan Potulando Kecamatan Ende Tengah pada di Ene,,Jumat, 31 Juli 2015.

Siaran pers yang dikirim tim Honing Sanny dan diterima redaksi NTTsatu.com di Kupang, Senin, 03 Agustus 2015 mengatakan, saat sosialisasi itu, Honing Sanny juga menekankan pentingnya sikap toleransi diantara pemeluk agama. Adalah juga semua untuk menjaga keberagaman. Kelompok mayoritas bertanggungjawab agar kelompok minoritas tetap hidup serta beraktivitas dengan nyaman tanpa menghilangkan identitasnya karena itulah substansi dari demokrasi yg kita yakini.

Sebagai putra Ende Lio, Honing Sanny, lebih lanjut mengatakan, Ende memiliki arti penting karena Bung Karno katakan bahwa nilai-nilai toleransi diperoleh di Ende. Sebagai pemimpin muslim, Bung Karno menghadapi kenyataan bahwa di Ende dirinya justru minoritas dalam komunitas masyarakat katholik saat itu.

Pengalaman inilah yang mengilhami pemikiran pemikiran tentang pentingnya toleransi dalam berbangsa dan bernegara yang dipidatokan di hadapan BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 yang sekarang ini kita kenal dengan Pancasila.

Honing Sanny juga menghimbau agar masyarakat Kabupaten Ende menjadi pioneer dalam mempraktekan sikap toleransi. Bahkan disebutkan bahwa masyarakat Kabupaten Ende tidak mempermasalahkan ketika Bupati Ende pertama justru beragama islam.

Kedewasaan yang ditunjukan oleh para pendahulu seharusnya tetap dijaga. Jadikan Ende sebagai tempat laboratorium toleransi sekaligus referensi bagi kota-kota lain dalam mempraktekan demokrasi dan sikap toleran. (bp)

Komentar ANDA?