Honing Sosialisai Empat Pilar Usai Doa Rosario

0
194

KUPANG. NTTsatu.com – Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilakukan anggota MPR/DPR RI dalam masa reses ini tidak harus dilakukan di gedung mewah, hotel tetapi bisa dilakukan dimana saja. Seperti yang dilakukan Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Honing Sani dimana dia memanfaatkan kesempatan usai Doa Rosario untuk melakukan tugas tersebut.

“Meskipun tidak memiliki Fraksi dan Komisi di DPR RI namun sebagai anggota DPR RI, saya tetap turun ke daerah pemilihan pada saat reses sekalian menjelaskan posisi politik saya di DPR RI saat ini termasuk keputusan politik PDIP pasca kongres terhadap saya,” demikian Honing menuliskan rilis yang dikirim melalui email kepada NTTsatu.com di Kupang.

Dia menjelaskan,  berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota MPR dia juga harus melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di hadapan masyarakat di Kelurahan Potulando. Uniknya, dia tidak melakukan kegiatan itu di tempat-tempat khusus, tetapi dia memanfaatkan kesempatan ketika masyarakat setempat usai melakukan sembayang Rosario.

“Saat ini memang bagi orang Katolik sedang menjalankan ibadah doa Rosario khusus bulan Rosario yang terjadi selama bulan Mei dan Oktober setiap tahunnya. Ketika reses seperti ini dan bertepatan dengan bulan Rosario dimana masyarakat terutama Umat Katolik akan melakukan doa Rosario dari rumah ke rumah, maka saya menggunakan kesempatan ini dengan baik. Memang ini sengaja saya lakukan karena sulit untuk mengumpulkan masyarakat untuk melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut,” kata Honing.
Dia menjelaskan, semangat kebangsaan perlu terus dikembangkan dan dipertahankan karena saat ini semangat kebangsaan itu sudah mengalami krisis makna dalam berbangsa dan bernegara. NTT sebagai propinsi yg secara ekonomi tertinggal harus bangga menjadi bagian dari NKRI. Dan Pancasila sebagai ideologi negara perlu tetap kita jaga terutama masyarakat Ende dan NTT secara umum.
Sedangkan tentang keberagaman sdh menjadi fakta yg tdk terbantahkan sebagai bangsa. Indonesia menjadi besar dan kuat dikarenakan keberagaman. Pluralisme itu harus kita jaga. Hanya dengan cara itu kita sama-sama akan menjaga Indonesia yang kita cintai ini.
Hal terakhir yang diingatkan Honing Sanny Kepada masyarakat Kabupaten Ende, bahwa Bung Karno dalam menyusun cita-cita Negara Merdeka Indonesia memulainya dari Ende. Di tempat inilah Bung Karno merenung dan menemukan butir-butir Pancasila.

Karena itu sebagai orang Ende, seharusnya Pancasila itu tetap berada di depan untuk menunjukkan kepada bangsa dan negara ini bahwa Ende yang menjadi tempat lahirnya Pancasila.

“Kita orang Ende harus bangga karena Bung Karno menemukan butir- butir Pancasila itu di daerah kita ini. Tetapi kita hanya stop dengan berbangga saja, tetapi marilah kita amalkan Pancasila itu, Karena Pancasila itu menjadi Pemersatu bangsa, Pancasila itulah yang menyatukan perbedaan-perbedaan di negeri ini sehingga negara ini tetap kuat berdiri hingga saat ini,” pesan Honing. (bop)

Komentar ANDA?