Hosana! Terpujilah yang Datang Atas Nama Tuhan

0
376

Oleh:  Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu PALMA, 02 April 2023*. Bacaan. Yesaya 50: 4-7 dan Filipi 2: 6 – 11 dan Injil   Mt 27: 11 – 54.

Hari ini gereja mengawali Pekan Suci dengan perayaan Minggu Palma. Peringatan sengsara Tuhan Yesus Kristus yang memasuki kota Yerusalem. Yesus diarak lautan massa dengan gegap gempita meriah lasimnya seorang Raja. Pokok pikiran ketiga bacaan hari ini ialah Allah merendahkan Diri-Nya. DIA telah mengosongkan Diri dan menerima derita sengsara. Khalayak massa mengarak DIA dengan pekik: Hosana Putera Daud! Terpujilah yang datang atas nama Tuhan adalah sebuah harapan besar. Yesus harus menjadi pembebas bangsa Israel dari penjajahan orang Romawi. Yesus membiarkan mereka mengekspresikan luapan sukacita mereka.

Di tengah keramaian itu ada juga suara sumbang yang berusaha membungkam mereka: Baiknya diam dan mengendalikan diri. Hal itu merupakan provokasi para penguasa dan penjajah sebagai sebuah konspirasi politik di baliknya. Sebab itu Yesus justru membela mereka yang berteriak. Kepada orang Yahudi Yesus tegaskan: Jikalau mereka itu kalian suruh diam maka batu-batupun akan berteriak! Memang pada kenyataan bahwa motiv pawai massa itu tidak murni lagi. Sebab sikap mereka yang mengiring perjalanan Yesus itu tak konsisten.

Pengalaman sukacita yang gegap gempita bersama Yesus cuma sebuah euforia yang terpaksa. Sebab massa yang sama mengarak Yesus masuk dengan meriah, tapi kemudian berubah segera dengan teriakan: Salibkan DIA! Itulah teriakan orang banyak yang berbaur dalam pawai sukacita. Memang sebuah ironi besar karena iman kepada Yesus begitu mudah berubah dalam sekejap waktu bagai embun pagi. Saat pagi begitu indah terlihat tapi cuma sebentar saja ketika disinari matahari maka menguap tanpa bekas.

Upacara minggu Palem adalah sebuah refleksi atas perjalanan iman kita bersama. Banyak kali kita tak konsisten dengan iman yang telah dimiliki. Terkadang kita ikut bergaining dalam kejahatan dan kepalsuan lalu menggadaikan iman. Begitu mudah kita terlena oleh hasutan pengaruh orang lain. Bila mau agar iman itu teguh maka harus dilatih setiap hari. Sekiranya kita sudah menyatakan pro terhadap Yesus maka kitapun harus tegas katakan YA atas seluruh ajaran-Nya. Sebab orientasi iman butuh perjuangan penuh komitmen, tekun dan setia dalam keseharian hidup.

Kita ikuti arakan tadi dengan pemahaman iman & pasrah kepada kehendak Allah. Allah ya Allah-Ku, mengapa KAU tinggalkan Daku? Iman kita kiranya tetap utuh dan bukan seperti bahan las karbit yang sangat kilat prosesnya. Bila saja sikap iman kita jelas maka aman, tapi jika sarat dengan kepentingan yang cuma sesaat maka cepat atau lambat tatanan hidup bersama akan rusak. Artinya kita berpartisipasi menyumbang kejahatan di negeri kita ini. Karena kita tak punya pendirian iman sebagai orang katolik. Dari sikap oportunisme orang Yahudi, kita belajar bertindak benar, adil, jujur dan beradab di bumi Nusantara yang heterogen ini. Pernahkah kita rasa seolah-olah ditinggalkan Allah dalam ketakberdayaan?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Palma buat semuanya. Tetap taat untuk menjalankan Prokes. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGILAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?