Hugo Parera: Membaca Itu Sangat Penting

0
167
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, bersama Pater Yance Guntur dan Romo Lorens Noi, Pastor Paroki Santo Thomas Morus Maumere, sedang menyaksikan perform anak-anak komunitas baca pada lomba antar 13 Komunitas Baca Scalabrinian, Minggu (5/11)

NTTsatu.com – MAUMERE – Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira atau yang akrab disapa AHP, Minggu (5/11), menyaksikan lomba antara 13 Komunitas Baca Scalabrinian (KBS). Berada di tengah ratusan anak komunitas baca, AHP sempat memberikan pesan tentang pentingnya membaca.

Politisi PDI Perjuangan ini hadir di Biara Scalabrinian atas undangan Pendiri KBS Pater Yance Guntur, CS. Dua figur ini pernah sama-sama tampil pada sebuah momen di Maumere ketika berbicara tentang literasi media. Keduanya memiliki visi yang sama dalam mencerdaskan bangsa dan negara  melalui literasi media.

AHP disambut tepuk tangan meriah ketika memasuki ruang kompetisi KBS. Ternyata cukup banyak anak komunitas baca yang mengenal akrab namanya. Para frater pendamping, relawan, termasuk orangtua mengaku sudah tidak asing dengan putra asli Kabupaten Sikka itu. Sering tampil di media televisi mewakili PDI Perjuangan, sepertinya menjadi alasan kenapa AHP cukup familiar di kalangan komunitas baca.

Pada kesempatan berbicara di depan ratusan anak komunitas baca, doktor tamatan Jerman ini pun seolah sedang menapaktilas masa kecilnya.

Dia mengisahkan kebiasaan membaca sudah ditekuninya sejak masih duduk di bangku Seminari Lela. Kebiasaan ini terus dilakukan pada jenjang pendidikan selanjutnya, hingga kini sebagai wakil rakyat.

“Waktu di Seminari Lela, saya paling suka membaca. Saya membaca apa saja. Kebiasaan ini justeru sangat membantu, sehingga waktu SMA, kuliah, dan sampai sekarang saya tidak mengalami kesulitan. Dengan membaca kita mengetahui banyak hal  yang orang lain tidak tahu,” kesan dia.

Dia mengatakan kebiasaan membaca buku apa saja akan sangat membantu masa depan anak-anak. Apalagi jika bisa mengaplikasikan dengan menceritakan kembali atau menulis ulang isi buku yang dibaca.

Membaca, katanya, akan menjadikan seseorang bisa berbicara dengan baik atau menulis dengan baik. Modal ini, katanya, bisa menjadi bekal bagi seseorang untuk menjadi pemimpin dan mengorganisir orang lain.

Di kesempatan itu AHP menawarkan tantangan kepada anak-anak untuk menampilkan perform menceritakan isi ulang buku yang pernah dibaca. Ica dari KBS Centrum dan Taneo dari KBS Wairhubing berani melayani tantangan itu. Tampil secara bergantian, kedua anak ini begitu lugas menceritakan kembali cerita dongeng dari buku yang pernah mereka baca. Keduanya juga menyampaikan pesan atas isi dari dongeng tersebut.

AHP mengatakan komunitas baca yang digagas Biara Scalabrinian merupakan sebuah pikiran positip untuk membuka wawasan anak-anak tentang dunia luar. Dia berharap KBS terus bereksistensi agar wadah ini semakin melebar dan meluas ke wilayah yang belum dirambah. AHP sangat yakin masih banyak anak yang punya kemauan tinggi untuk terlibat bergabung dalam komunitas baca.

Alumni Unpar Badung ini mengaku akan memberikan support dengan caranya agar Biara Scalabrinian terus mendorong pencerdasan bagi generasi muda. Rencananya dia akan mengajak Pater Yance Gultom ke Ende untuk langsung bertemu pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika yang kebetulan pada Senin (6/11) menggelar literasi media di Kota Pancasila itu.

Dia berjanji akan mencarikan relasi untuk membantu buku-buku bacaan bagi komunitas baca. Selain itu AHP sendiri akan menyumbangkan buku-buku bacaan miliknya dan anak-anaknya yang sudah tidak termanfaatkan lagi. (vic)

Komentar ANDA?