Ical Juni, Agung Siap Gelar Munaslub Golkar Maret 2016

0
75

NTTsatu.com – Dua kubu Golkar mendorong Munaslub untuk mengakhiri perpecahan partai beringin. Namun kubu Agung dan Ical punya waktu Munaslub yang berbeda-beda. Bakal pecah lagi?

Sore tadi, Senin (25/01/2016) Agung Laksono menggelar pertemuan dengan DPP, DPD I, dan Wantim Golkar versi Munas Ancol. Dalam pertemuan selama empat jam ini disepakati beberapa hal penting.

“Pertemuan ini adalah sebuah pertemuan yang dilandasi oleh semangat rekonsiliasi untuk persatuan partai. Meskipun kami berbeda dengan latar belakang yang berbeda tapi kita mencintai persatuan dan kesatuan,” kata Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono di kediaman pribadinya, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Senin (25/1/2016).

Dalam pertemuan itu hadir sejumlah petinggi Golkar versi Munas Ancol, termasuk Ketua Wantim Siswono Yudo Husodo. Agung menuturkan semangat Golkar kubu Munas Ancol mempersatukan kembali Golkar.

“Jadi kami menyadari betapa strategisnya memperkokoh Partai Golongan Karya. Karena itu kami menyampaikan beberapa kesimpulan yang merupakan hasil dari pertemuan ini,” lanjut Agung.

Berikut hasil dari rapat konsultasi antara Agung Laksono dengan Dewan Pertimbangan, DPP Partai Golkar, dan DPD I Se-Indonesia:

1.Munas yang akan dilakukan adalah Munas X karena setelah Munas VIII di Riau tahun 2009 sudah pernah ada Munas IX yang dilakukan di Jakarta, Desember 2014. Dan sudah pernah mendapatkan SK Kemenkumham yang walaupun pada akhirnya SK tersebut sudah dicabut tetapi Munas IX itu sudah pernah dilaksanakan.

2.Apabila legalitas Munas Riau yang akan digunakan maka hal itu sudah berakhir masa berlakunya pada tahun 2015 yang lalu, untuk itu mahkamah partai telah bersidang dan menghasilkan keputusan tentang pembentukan Tim Transisi. Oleh karena itu tugas-tugas untuk melaksanakan Munas X yang akan datang harus dilakukan oleh Tim Transisi.

3.Munas yang dilaksanakan harus mengakhiri perselisihan internal Partai Golkar secara tuntas dan menyeluruh, untuk itu Munas yang dilaksanakan oleh Tim Transisi harus dilakukan secara adil, transparan, akuntabel dan dapat diterima oleh kedua belah pihak yang berselisih. Hal itu hanya bisa dicapai dengan dilakukan secara bersama-sama baik penyelenggara, aturan yang disepakati bersama-sama serta diikuti oleh peserta dari kedua belah pihak secara bersama.

Agung kemudian mengungkap kesepakatan DPD I Golkar. “Kami DPD Provinsi se-Indonesia siap menyelenggarakan Munaslub bulan Maret 2016,” tutur Agung Laksono.

Tentu saja apa yang disepakati Golkar hasil Munas Ancol ini berbeda dengan perkembangan di Rapimnas Golkar versi Aburizal Bakrie. Golkar versi Ical memang mendorong Munaslub namun baru akan digelar Juni 2016, itu pun dengan sejumlah persyaratan seperti permintaan legalitas dari pemerintah. (sumber: detik.com)

======

Foto: Agung Laksono didampingi Budi Priyo Santoso saat konfrensi pers

Komentar ANDA?