Idrus Marham Anggap Kasus Setya Novanto Bukan Kiamat bagi Golkar

0
192
Foto: Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Idrus Marham ketika ditemui di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).(istimewa)

NTTsatu.com – JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Partai Gokar, Idrus Marham menganggap bahwa persoalan yang menjerat Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto bukan kiamat bagi partainya.

“Jangan terlalu, seakan-akan sudah kiamat. Ini baru sehari kemarin masuk (rutan KPK) situ ya,” kata Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).

Idrus pun meminta publik tak menghakimi Partai Golkar secara berlebihan. Apalagi di dalam partainya sudah ada mekanisme yang mengatur pergantian pemimpin.

“Berilah kesempatan kepada Golkar untuk mengambil langkah secara baik sesuai aturan dan mekanisme,” kata Idrus.

“Supaya keharmonisan Partai Golkar dengan partai lain tetap terjaga. Jadi mitra kami dalam politik tetap dinamis dan lebih produktif,” ujar dia.

Idrus juga berharap tak ada kepentingan terselubung terkait desakan pergantian Novanto.

“Jangan pernah ada kepentingan tertentu. Mari kita jaga keharmonisan. Agar kemitraan, kebersamaan kita tetap terjaga ya,” tutur dia.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik oleh KPK. Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, serta dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Ia juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek Rp 5,9 triliun tersebut.

Novanto sempat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pasca-mengalami kecelakaan tunggal.

Setya Novanto ditahan di Rutan KPK setelah penyidik menyatakan bahwa kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dibawa keluar rumah sakit. (kompas.com/bp)

Komentar ANDA?