IFAD Akan Kucurkan Dana Rp 7,2 M Bagi Masyarkat Pesisir

0
155
YASHICA Digital Camera

KUPANG. NTTsatu.com – Kepala Dinas Perikan dan Kelautan Kota Kupang,Thom Jansen Ga mengaku program bantuan melalui  Lembaga internasional asal Roma Italy,  International Fund For Agricultural Development (IFAD) tahun depan akan mengucurkan dana  bantuan bagi masyarakat pesisir dan nelayan Kota Kupang sebesar Rp. 7,2 miliar.

“Dana  ini sudah pasti disiapkan setelah penetapan pagu lewat kementerian Perikanan Kelauan dan IFAD,” kata Thom Jansen Gah kepada wartawan diruang kerjanya Jumat,  (30/10/2015).

Thom mengatakan, dana sebesar Rp. 7,2 miliar yang digelontor pada tahun 2016 merupakan kali empat.Karena  ditahun 2013 IFAD mengucurkan bantuan sebesar Rp. 2,8 miliar, dan tahun 2014 sebesar Rp. 6 miliar, kemudian ditahun 2015,  bantuan dikucurkan sebesar Rp. 7 miliar.

Thom mengaku,  bantuan IFAD tersebut sudah banyak dimanfaatkan dan dinikmati oleh warga Kota Kupang, baik itu bantuan perahu, alat penangkapan ikan, alat pengolahan ikan, dan tempat penjualan hasil laut bagi para nelayan di sembilan kelurahan pesisir di Kota Kupang.

Untuk bantuan tahun 2015,  kata Gah, realisasi penyerapan anggaran sudah mencapai 70 persen. Dana itu digunankan untuk pembangunan Pabrik Es di Kelurahan Kelapa Lima, Rumah Produksi di Kelurahan Nunbaun Delha, dan pembangunan pasar ikan di Kelurahan Nunhila yang sampai saat ini masih menjadi polemik.

Selain bantuan itu, dana itu juga digunakan untuk bantuan alat tangkapan bagi nelayan, berupa jala, perahu motor dan sejumlah peralatan penangkapan lainnya. Namun bantuan pada tahun 2015 tidak peruntukan bagi semua kelurahan pesisir di Kota Kupang karena di delapan kelurahan.

“Bantuan yang terealisasir  untuk tahun ini, Infrastruktur sebesar Rp. 1,4 Miliar, Pokmaswas sebesar Rp. 492. Juta, dan bantuan untuk kelompok usaha sebesar Rp.981 juta. Sedangkan bantuan sisanya masih dalam tahap proses pengerjaan. Untuk diketahui, semua bantuan untuk pembangunan infrastruktur tidak melewati proses tender, tapi dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dan diawasi oleh tim yang dibentuk pemerintah dan IFAD. Semua item pekerjaan dan bantuan nantinya akan diaudit oleh BPK perwakilan NTT,” tuturnya.(rif/bp)

====

Foto: Kadis Perikan dan Kelautan Kota Kupang Thom Jansen Ga

Komentar ANDA?