Ikrar Damai WNI di Manila

0
279
Foto: Suasana Ikrar Damai PMKIF untuk Indonesia (Foto: Pastor Yohanes Kopong Tuan, MSF)

NTTsatu.com – Manila – Kondisi negara Indonesia saat ini mengundang kerpihatinan berbagai pihak. Perhimpunan Masyarakat Katolik Indonesia – Filipina (PMKIF) akhirnya mengeluarkat pernyataan ikrar damai untuk Keutuhan Indonesia.

Ikrar yang disampaikan dalam Perayaan Natal bersama yang diikuti oleh ratusan anggota PMKIF itu pada Minggu, 15    Januari 2017 lalu.

Laporan Pastor Yohanes Kopong Tuan, MSF   juga menyebutkan, isi Ikrar Damai Umat Katolik dan Warga Negara Indonesia di Manila-Filipina adalah sebagai berikut:

Demi tegaknya harkat dan martabat manusia, terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan masa depan serta demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI, kami umat Katolik dan warga negara kesatuan Republik Indonesia yang berdomisili di Manila Filipina dan sekitarnya berikrar:

 

  1. Menjaga perdamaian, kerukunan, dan persaudaraan  demi terwujudnya keadilan bagi semua umat beragama.
  2. Menciptakan suasana damai dan kondusif, harmonis serta tanpa tekanan dan fitnah yang bernuansa provokasi sehingga bebas dari konflik antarumat beragama.
  3. Memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama dan keyakinan yang ada di Indonesia dalam menjalankan kewajibannya secara tulus dan sungguh-sungguh.
  4. Menolak segala bentuk intimidasi dan pemaksaan agama/keyakinan serta menolak anarkisme dan segala bentuk kekerasan dalam beragama.
  5. Mendukung pemerintah NKRI untuk menegakkan konstitusi yang melindungi hak dan kewajiban warga negara Indonesia dalam menjalankan agama dan keyakinannya secara bebas dan bertanggung jawab.

Ikrar Damai ini kemudian diserahkan kepada pemerintah Indonesia melalui pihak KBRI untuk Manila yang diwakili oleh Bapak Wibanarto Eugenius untuk diteruskan kepada Pemerintah Indonesia .

Eugenius yang dalam sambutannya mengapresiasi Ikrar Damai tersebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab umat Katolik Indonesia yang berada di Manila bagi kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wibanarto Eugenius mengajak seluruh masyarakat khususnya Umat Katolik Indonesia-Manila untuk ikut serta menjaga toleransi umat beragama dengan menyebarkan berita yang benar dan yang menyejukan demi keutuhan dan kesatuan NKRI.

Setelah acara penyerahan Ikrar Damai dan sambutan dari Bapak Wibanarto, acara dilanjutkan dengan acara kebersamaan yang mengungkapkan suara perdamaian masyarakat khususnya umat Katolik Indonesia bahwa Kedamaian tanpa keadilan adalah sebuah Ilusi. (*/bp)

Komentar ANDA?