IPM Ende Naik 68,63, Kado Manis Akhir Tahun

0
1278

NTTSATU.COM — ENDE — Akhir tahun 2023 Kabupaten Ende kembali menorehkan sebuah prestasi. berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende , Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan menjadi 68,63 dan menjadi yang terbaik ke tiga di antara Kabupaten /kota se Nusa Tenggara Timur.

Bupati Ende, Djafar saat diwawancarai media ini mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan hasil rilis tersebut. Ia mengatakan,   kenaikan ini menunjukkan semua program Pemerintah Daerah telah dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Djafar dalam membangunan kesehatan dan pendidikan tidak bisa dilihat hasilnya dalam waktu singkat. Berbeda dengan pembangunan fisik bisa dilihat dalam waktu setengah tahun atau satu kemudian. Tetapi pembangunan kesehatan butuh konsistensi.

Djafar sangat bersyukur dengan hasil rilis IPM Ende saat ini ada diangka 68,63 diatas rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Timur yang IPMnya 66,68. Ini artinya bahwa semua program Pemda, baik itu program kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi sudah dapat dirasakan oleh masyarakat sehingga IPM di Ende ini naik.

Ia pun meminta, di dalam situasi daerah yang memang sangat terbatas dan akan berfokus pada Pemilu 2024, prestasi tersebut harus dipertahankan dan dinaikkan bersama oleh para OPD.

Menurut Djafar beberapa tahun ini IPM kita terus mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, kita masih menduduki urutan ke 3 dari 22 Kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur jadi masih harus terus ditingkatkan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), IPM di Ende yang sebesar 68,63 poin, dimana Umur Harapan Hidup (UHH) yang dilaksanakan oleh kesehatan dan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dilaksanakan oleh dinas Pendidikan oleh karena itu, Pembangunan dan peningkatan mutu layanan di dua bidang ini harus terus diupayakan, baik dari sisi kesiapan SDM penyelenggara layanan, infrastruktur, inovasi, riset, jejaring kemitraan, serta hal-hal lain yang menjadi penunjang.

Lebih lanjut Djafar menjelaskan bahwa perlu peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat dilaksanakan melalui sejumlah strategi dan kebijakan meliputi penanganan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan primer, revitalisasi transformasi puskesmas, pengembangan produksi farmasi dan alat-alat kesehatan dalam negeri, serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi dan bioteknologi di bidang kesehatan.

“Sementara di sektor pendidikan dilakukan melalui pembentukan PAUD di setiap desa, peningkatan akses dan pemerataan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, serta penyediaan calon tenaga kerja masa depan yang terampil dan profesional,” kata Djafar.

Adapun rilis dari Badan Pusat Statistik, IPM Ende berada diangka 68,63 dua tingkat dibawah Kota Kupang yang berada paling atas di angka 80,62 kemudian Ngada dengan nilai IPM 69,14. Dibawah Ende , ada Nagekeo dengan nilai IPM 67,07, Sumba Timur nilai IPM 67,05, Sikka dengan nilai 66,89 Manggarai 66,42,  Lembata nilai 66,12,  Kupang 65,82 terakhi flores Timur 65,79. inilah sepuluh besar peringkat IPM dari 22 kabupaten Kota se Nusa Tenggara Timur (ino)

Komentar ANDA?