Jalan Salib Sadar Wisata Menuju Puncak Golo Curu

0
1309

RUTENG,NTTsatu.com –  Tidak begitu jauh dari Kota dingin Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai sekitar 1 hingga 2 Kilo Meter mata  kita akan di manjakan oleh  bukit kecil nan mungil dengan berbagai pesona , selain wisata Religius sebagai tempat ziarah pada bulan suci Maria bagi umat Katolik, bukit nan elok sederhana tersebut menghibur pengunjung dengan  lingkungan  sehat dan teduh dengan pemandangan areal persawahan Watu Alo dan pemandangan Kota Ruteng sangat memikat para peziarah dan wisatawan seakan-akan rasa letih hilang sekejap ketika kaki  sudah berada diatas puncak,

Adalah  bukit yang dikenal dengan sebutan Golo Curu bukit kecil nan indah persisnya di wilayah bagian utara dari Kota Ruteng, Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong Kabupaten  Manggarai.

Sejenak dalam perjalanan sebelum memasuki  lereng bukit, tampak  dibangun Salib Tuhan Yesus lalu dilanjutkan dengan 14 relief  perhentian yang merupakan kisah sengsara Tuhan Yesus. Perhentian pertama persis pada pintu masuk bukit  dan terus menukik menuju puncak yang menjadi perhentian ke-empat belas (XIV). Perhentian-perhentian itu  diiukir nan elok dari bahan campuran semen dengan warna cat sesuai dengan karakter kisah sengsara Yesus setiap perhentian.

Pada masa pra paskah menjelang hari raya paskah umat katolik keuskupan Ruteng yang di Mangarai Raya  selalu menyempatkan diri mengikuti dan merasakan kisah sengsara Yesus Kristus disalibkan dengan mengikuti jalan salib dari perhentian pertama dari lereng bukit Golo Curu hingga perhentian terakhir di puncak Golo Curu.

Jalan salib menuju puncak wisata ternyata menjadi kegiatan rutin yang selalu dilakukan seekolompok umat, biarawan/biarawati di kota Ruteng serta bebrapa kelompok doa. Pemandangan seperti ini selalu terjadi selama masa pra Paskah dan hampir setiap hari ada yang datang untuk mengikuti jalan salib.

“Hampir setiap hari pada masa Pra Paskah seperti ni banyak umat yang datang, Namun semakin banyak umat iu datang pada hari Jumat untuk mengikuti jalan salib di daerah ini,” kata Ochen Stevanus, seorang warga Kelurahan Karot juga sebagai penjaga tempat Wisata Golo Curu.

Agar  bukit indah penghias kota Ruteng ini menjadi wisata religius di kenal oleh Umat katolik Manggarai Raya maupun diluar Manggarai dan dunia,  Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP) Manggarai  membuat sebuah gebrakan  dengan melakukan jalan salib sadar wisata  menuju puncak Golo  Curu.

“Ini merupakan awal dan akan menjadi rutinitas umat katolik seterusnya untuk melakukan jalan salib menuju puncak Golo Curu,” kata Otwin Wisang, Kasi Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai dan Anggota FTKP  usai jalan Salib Sadar Wisata   menuju puncak Golo Curu,Jumat, 18 Maret 2016.

Dia mengatakan  kegiatan Jalan Salib Sadar Wisata di Golo Curu, Kelurahan Karot-Langke Rembong melibatkan berbagai komponen diantaranya Anggota DPRD kab Manggarai, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas PPO, Tokoh Masyarakat/Adat, Pastor Paroki Karot, Perwakilan sekolah- sekolah se Kota Ruteng, Anggota Pokdarwis Golo Curu dan Lingko Meler, Rohaniwan dan Biara biara, Komunitas Pencinta Pariwisata, LSM, Solidaritas Wartawan Manggarai( STAR), Pelaku Pariwisata dan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran warga kota Ruteng dan warga Golo Curu Karot untuk lebih mencintai dan membantu mempromosikan Golo Curu sebagai salah satu lokasi pariwisata religius di kabupaten Manggarai.

“Jika Prancis memiliki Lourdes, Yogya memiliki Sendang Sono, Kediri memiliki Poh Sarang mengapa kita tidak mencoba menata Golo Curu menjadi lebih baik. Tiga tahun terakhir Pemda Manggarai telah membangun beberapa sarana dan prasarana di lokasi tersebut sehingga umat dapat lebih nyaman beribadah dan berwisata,” katanya.

 

Promosikan Wisata Religius Golo Curu

Yuvens Janggat Ketua LSM Sejahtera  Desaku yang hadir juga pada jalan salib sadar wisata  tersebut  mengatakan, Keuskupan  Ruteng merupakan   Keuskupan dengan umat katolik  terbanyak di Indonesia semestinya kereligiusan kota Ruteng sudah nampak lewat kegiatan-kegitan rohani yang bisa memikat dan menarik perhatian orang diluar Manggarai Raya.

“Sudah 52 komunitas biara dari berbagai dunia membanguna komuintas mereka di kota Ruteng. Karena itu pembangunan dunia kerohanian seperti ini juga harus diperhatikan serius,” katanya.

Selain itu Kota Ruteng sudah dipercayakan Roma sebagi kota pendidikan misionaris. “Kita sangat bangga denga Ruteng, tunggu apanya lagi kita jadikan Ruteng sebagai Kota wisata religius Katolik,” tegasnya.

Sementara Bernadus Nasur, Ketua FTKP dan Anggota DPRD Manggarai  berharap, semoga dengan kegiatan ini dapat membantu menghidupkan kesadaran menjaga dan merawat kawasan wisata relius Golo Curu. Terutama bagi anak anak sekolah, diharapkan dapat menjadi kader generasi penerus Manggarai untuk mempromosikan Ruteng sebagai kota penuh dengan kereligiusan.

Dia berharap jalan salib menuju puncak wisata religius ini akan menjadi rutinitas dan yang hadir bukan hanya anak sekolah seperti sekarang  lebih banyak anak muda dari SMK se kota Ruteng’’ tahun depan kita beraharp  hadir lebih banyak lagi,” katanya. (Hironimus Dale)

=====

Keterangan Foto : Jalan Salib Sadar Wisata Menuju Puncak Golo Curu

Komentar ANDA?