Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tapi tak berkuasa membunuh Jiwa

0
560

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Pekan XII Masa Biasa, 25 Juni 2023*. Bacaan. Yeremia 20: 10-13 dan Roma 5: 12-15 dan Injil Mt 10: 26-33.

Ketika pandemi covid melanda dunia rasanya mencekam semua orang karena sudah sangat banyak memakan korban. Ada yang memang sudah ada sakit bawaan sehingga sulit bertahan hidup. Ada juga yang meninggal akibat kecelakaan atau kelalaian dalam kerja. Berhadapan dengan soal ini orang tak rasa nyaman dan cuma berpasrah diri kepada kehendak DIA Yang Mahakuasa. Dalam segala usaha dan kepasrahan itu, Tuhan turun tangan maka tak heran jika ada yang sudah sekarat bisa hidup kembali. Betapa luar biasanya pemeliharaan Tuhan.

Bila kita baca akhir Kitab Kejadian, Yakob itu bisa dapat hidup 147 tahun dan dikuburkan di Makpela di Hebron (Kej 47,28). Sedangkan Jusuf meninggal pada usia 110 tahun. Mayatnya itu dibalsem lalu diletakkan dalam peti mati di Mesir (Kej 50,26). Hal ini membuktikan bahwa karena tabiat mereka baik maka dipelihara Allah. Dalam bacaan pertama juga menunjukkan bahwa kebaikan Tuhan melingkupi Yeremia. Baginya, Tuhan semesta alam menguji orang benar dan melepaskan orang miskin dari tangan orang jahat.

Yesus memberikan kiat kepada kita dalam pewartaan injil hari ini. Tentu saja agar orang mengandalkan Tuhan dalam ketakutan dan penganiayaan. Jika demikian maka mereka bisa bertahan sebab kerajaan Allah punya daya kuat tersendiri untuk bertumbuh. Siapapun dapat mewujud nyatakan dengan cara dan kehendak Tuhan. Yesus tegaskan bahwa hidup sejati yang dianugerahkan Allah takan musnah sekalipun mendapat perlawanan. Tuhan berkuasa melindungi siapa saja yang berkehendak baik teristimewa kaum lemah dan papa. Dengan alasan ini maka Yesus menghimbau kita agar berjiwa besar. Tak usah takut atau gelisah dimanapun kita menjalankan misi pelayanan Kristus.

Dari sebab itu marilah kita belajar dari panggilan Yeremia dan perutusan para rasul Yesus pertama. Karena berpegang pada kuasa Allah maka Yeremia diselamatkan Allah dari tangan para penjahat. Begitupun para rasul, karena mengandalkan Sabda Yesus maka mereka selalu aman dari segala bahaya. Sikap patuh dan setia pada kehendak Tuhan adalah indikasi bahwa pasti sukses. Para rasul sungguh membuktikan dalam panggilan dan perutusan mereka. Bahkan menurut Yesus, rambut di kepala pun tak ada yang hilang surat pun. Sebab semuanya telah dihitung dan jaga oleh Tuhan sendiri.

Hari ini kita semua pun diajak Yesus agar berkiblat pada jejak para murid-Nya. Biarpun kita akan terus berhadapan dengan resiko nyawa harus tetap bertahan. Dari sebab itu hendaknya kita memiliki semangat sukacita Kristus dalam perutusan. Kadarnya sudah pasti harus melebihi orang yang menang lotre, undian berhadiah. Sebaliknya jikalau kita menyangkal DIA maka Yesus akan mencueki kita di depan umum. Seperti apakah sikap kita menghadapi tantangan sebagai resiko kemuridan kita dalam tugas perutusan di zaman kini?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Tetap taat menjalani Prokes. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?