Jangan Terprovokasi Berita Media Sosial

0
146
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengingatkan semua komponen masyarakat di daerah ini agar tidak cepat terprovokasi dengan pelbagai pemberitaan yang disajikan media sosial (medsos), terutama berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Lebu Raya, pemberitaan yang ditayangkan medsos tidak boleh langsung dipercaya sebagai kebenaran utuh. Hendaknya dilakukan analisa dan dikritisi secara mendalam, barulah bersikap untuk mempercayakan pemberitaan itu bila diyakini kebenarannya.

“Saya senang dengan masyarakat NTT karena sudah lebih cerdas dan dewasa dalam menyikapi masalah nasional,” kata Lebu Raya di Kupang, Rabu (23/11).

Dikatakannya, sikap cerdas masyarakat NTT itu bukan berarti masyarakat takut dengan masalah nasional. Sikap itu menunjukkan bahwa masyarakat NTT sudah sangat dewasa dalam menyikapi urusan kebhinekaan di negeri ini.

Dia juga mengapresiasi lahirnya forum kebhinekaan yang diprakarsai anak-anak muda NTT. Masyarakat tetap menyuarakan dan menjaga nilai-nilai dasar negara Pancasila. Karena pada lambang negara burung Garuda, tercantum tulisan soal kebhinekaan. Apalagi NTT merupakan cikal bakal lahirnya Pancasila. Itulah yang membuat NTT lebih mengedepankan aspek kebhinekaan.

“Jika kita mengakui adanya kebhinekaan, maka kita harus juga akui adanya keberagaman. Ini tidak bisa diingkari. Yang terpenting, kita saling menghargai satu sama lain,” kata Lebu Raya.
Selanjutnya, Guernur dua periode ini menjelaskan, pengakuan para pendahulu akan adanya kebhinekaan, menjadikan negara ini diproklamirkan sebagai negara besar. Apalagi negara ini diperjuangkan dan diproklamirkan dengan darah dan air mata. Karena itu, kebhinekaan dalam konteks negara kesatuan RI harus dipertahankan. (*/bp)

Komentar ANDA?