Jefri Riwu Koreh, Cawalkot Kota Kupang Batal Diperiksa

0
168

KUPANG, NTTsatu.com  – Jefri Riwu Koreh calon wali kota kupang batal diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang terkait kasus pencemaran nama baik oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Sinar Pancasila Kupang, Welly Dimoe Djami,S.Pd.

Isesuai jadwal  di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, calon walikota kupang ini akan diperiksa sebagai saksi pada, Rabu (6/4/2016) namun batal dilakukan karena saksi tidak bisa hadir sehingga akan kembali digelar pada, Rabu (13/4/2016) mendatang.

Kasi Pidum Kejari Kupang, Wisnu Wardhana, Jumat (8/4) mengatakan sesuai jadwalnya Jefri Riwu Kore akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus pencemaran nama baik oleh terdakwa Kepsek SMA Sinar Pancasila Kupang, Welly Dimoe Djami.

Namun, kata Wisnu, karena saksi tidak sempat hadir karena suatu alasan. Terpaksa majelis hakim menunda sidang kasus yang melibatkan Kepsek SMA Sinar Pancasila Kupang itu.

“Sidangnya pemeriksaan saksi untuk Jefri Riwu Kore batal digelar karena saksi tidak hadir dengan suatu alasan, “ kata Wisnu.

Untuk itu, lanjutnya, sidang akan kembali digelar pada Rabu (13/4) mendatang dengan agenda pemeriksaan Jefri Riwu Kore sebagai saksi korban. Dan, ini merupakan panggilan pertama maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kupang akan kembali melayangkan surat panggil kedua sebagai saksi untuk Jefri dalam kasus itu.

“Inikan baru panggilan pertama, nanti Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kupang akan kembali kirim surat kedua untuk Jefri lagi sebagai saksi, “ kata Wisnu.

Untuk diketahui, Penyidik Subdit I Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTT menetapkan kepala sekolah (Kasek) SMA Sinar Pancasila Kupang, Welly Dimoe Djami, sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pemalsuan surat.

Dalam penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan terhadap perkara yang dilaporkan Anggota DPR RI asal Partai Demokrat, Jefri Riwu Kore itu, telah ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan terlapor, Welly Dimoe Djami, sebagai tersangka.

Welly dalam perkara ini, diduga telah memalsukan dokumen para siswanya yang adalah penerima bantuan siswa miskin (BSM). Tersangka diduga palsukan dokumen siswa penerima BSM, lalu cairkan di Kantor Posindo. Seharusnya, dana ini langsung ditranfer ke siswa penerima. Sekolah tidak berhak, kecuali karena pertimbangan tempat yang jauh dari akses ke lembaga penyalur.

Welly Dimoe Djami juga melaporkan Jefri Riwu Koreh ke Polda NTT karena diduga melakukan penipuan pemberian BSM bagi siswa di Kota Kupang saat menjadi calon anggota legislatif (Caleg) 2014 lalu. Kasus ini hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan pihak Direskrimum Polda NTT.(dem)

=====

Foto: Kasi Pidum Kejari Kupang, Wisnu Wardhana

Komentar ANDA?