Jonas: Belajarlah Dari SMP 2

0
159
Foto: Walikota Kupang, Jonas Salean ketika memantau UNBK di SMPN 2 Kupang, Selasa, 02 Mei 2017

NTTsatu.com – KUPANG – UNBK SMP N 2 Kota Kupang Lakukan Tiga Set Ujian Nasional Berbasis Komputerisasi (UNBK) SMPN 2 Kota Kupang pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (2/5) dipantau Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Kupangn Yoel Oematan, saat ditemui awak media disela-sela kunjungan Wali Kota Kupang pada pelaksanaan UNBK hari pertama mengatakan, sebanyak 695 siswa SMPN 2 yang mengikuti UNBK. Pelaksanaan UNBK di sekolah SMPN 2 ini akan dilakukan tiga tahap.

Yoel menjelaskan, tahap pertama dimulai pada jam . 7.30- 10.30 yang diikuti peserta sebanyak 234, tahap kedua akan diikuti pada jam 10-30-12.30 dengan jumlah peserta sebanyak 234 sedangkan pada tahap ketiga dimulai pada jam, 2.00 – 4. 15, dengan jumlah peserta sebanyak 227.

Yoel menambahkan, di sekolah SMPN 2 Kupang ini ada dua lab Komputer ada yang dipakai oleh para siswa dan lab kedua dipakai oleh para guru-guru sebagai ujian kompetensi. Meskipun fasilitas terbatas sekolah juga terbatas, namun 80 persen para guru memiliki laptop untuk membantu serta laptop para siswa sehingga jumlah peralatan dalam kelancaran UNBK ini berjumlah 300 unit, yang dipakai 240 unit sedangkan yang lain itu disimpan didalam ruang server sebagai cadangan.

Yoel menambahkan, untuk  siswa kita melakukan  pendataan dan juga mengundang orang tua secara keseluruhan dengan jumlah 695 orang dan buat perjanjian siap membantu kelancaran UNBK dan itu disetujui melalui materai seharga 6000 rupiah.

Sementara itu, kata dia disekolah ini memiliki dua server karena satu server menangani dua ruang ujian ditambah dengan satu server cadangan. Jika ada gangguan pada server maka kita punya server cadangan. Selain itu laptop yang digunakan oleh siswa pada UNBK ini telah dilakukan service secara baik oleh pihak IT.

“Kita juga telah melakukan komunikasi dengan orang PLN dan Telkom, pihak PLN langsung membawa tiga buah genset karena sekolah SMPN 2 ini memiliki tiga meteran,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Kupang, Jonas Salean kepada awak media, disela-sela kunjungan tersebut mengatakan, apa yang dilakukan oleh sekolah SMPN 2 Kota Kupang dengan model UNBK merupakan langkah positif dimana sudah diperkenalkan kepada para siswa SMP, ini salah satu dapat mempersiapkan SDM untuk masa depan bagi generasi penerus kita.

Jonas menambahkan, sekolah SMPN 2 menjadi salah satu contoh dari sekolah lain yang ada di Kota Kupang.

“Untuk tingkat SMP hanya dua sekolah yang mampu melaksakan UNBK yakni, Sekolah Sewasta NCIPS dan sekolah SMPN2 Kota Kupang. Dan jika sekolah lain ingin melakukan studi dalam mengikuti pelaksanaan UNBK tidak usah jauh-jauh ke daerah luar tetapi ke SMPN 2 Kota Kupang saja yang sudah ada dan menjadi contoh bagi sekolah lain,” tandasnya.
Untuk pelaksanaan ujian UNBK ini, lanjut Jonas memang banyak sekolah SMP yang memiliki  kekurangan fasilitas, namun ada yang berhasil misalkan SMPN 2 ini mereka memiliki kekurangan fasilitas tetapi bisa berhasil karena mereka membangun kemitraan antara orang tua murid, dengan siswa dan pimpinan sekolah serta  para pengajar tenaga pendidik disekolah tersebut.

“SMPN 2 ini memang terbatas terbatas sekali tidak ada anggaran lebih, namun mengapa SMPN 2  bisa jadi melaksanakan UNBK. Setiap pimpinan sekolah harus berinovasi baik dari  kepala sekolah dan gurunya jangan kepala sekolah lari ke kiri gurunya lari ke kanan,” katanya. (ambu)

Komentar ANDA?