Jumlah Penduduk Meningkat Drastis Menjelang Pilkada Sikka

0
387
Foto: Sejumlah warga sedang antri mengurus kartu tanda penduduk (KTP) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka di Jalan Gajah Mada Maumere, Kamis (14/9)

NTTsatu.com – MAUMERE – Data jumlah penduduk Kabupaten Sikka belakangan ini meningkat drastis. Dalam tiga bulan terakhir, Juni-Agustus 2017, terjadi penambahan jumlah penduduk sebanyak 2.841 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk yang cukup signifikan ini terjadi menjelang Pilkada Sikka yang akan digelar Juni 2018 mendatang.

Pertambahan penduduk ribuan jiwa dalam rentang waktu yang hanya tiga bulan, dianggap sebagai sebuah lonjakan peningkatan yang tidak normal. Ada dugaan terjadi mobilisasi penduduk menjelang Pilkada Sikka. Hal ini terungkap saat sosialisasi Peraturan KPU dan Keputusan KPU, Rabu (13/9), di Aula Kantor KPU Sikka.

Rekaman media ini, data resmi yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sikka pada 31 Mei 2017 menunjukkan jumlah penduduk Kabupaten Sikka sebanyak 370.878 jiwa. Pada 31 Agustus 2017, dinas ini mengeluarkan data resmi di mana jumlah penduduk meningkat menjadi 373.719 jiwa.
Jumlah laki-laki pada Mei 2017 sebanyak 179.797, bertambah sebanyak 1.436 pada Agustus 2017 sehingga menjadi 192.486. Sementara jumlah perempuan pada Mei 2017 sebanyak 191.081 bertambah sebanyak 1.405 pada Agustus 2017 sehingga menjadi 192.486.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sikka Bernadus Ratu yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/9), mengakui adanya lonjakan penduduk yang drastis selama tiga bulan terakhir ini. Dia tidak mau menanggapi jika fakta ini kemudian dikait-kaitkan dengan Pilkada Sikka.

Menurut Bernadus Ratu, saat ini Dispendukcapil sedang gencar melakukan perekaman identitas kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Dalam proses perekaman tersebut ditemui banyak sekali warga masyarakat Kabupaten Sikka yang ternyata belum terdaftar sebagai penduduk daerah ini.

“Informasi dari staf, saat perekaman mereka menemukan banyak yang belum memiliki status kependudukan. Staf saya biasanya langsung mendaftar dan kemudian memrosesnya, terbitkan kartu keluarga dan surat keterangan pengganti KTP. Dan ini memang cukup banyak, terutama di wilayah Paga, Mego dan Tanawawo,” jelas Bernadus Ratu.

Petrus Kanisius, staf Bidang Data Dipendukcapil yang juga Administrator Data Base, mengatakan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sikka tidak bisa dihitung menurut rumus normal. Alasannya, masyarakat jarang sekali melakukan proses admisnistrasi terhadap pertambahan penduduk seperti kelahiran dan pindah masuk, serta pengurangan penduduk berupa kematian dan pindah keluar.

“Kalau ada warga yang meninggal, sifatnya informatif saja. Masyarakat tidak mau segera urus administrasi. Begitu juga dengan yang pindah keluar atau pindah masuk. Nanti kalau ada urusan terkait yang bersangkutan, baru mulai urus administrasi. Dan ini kami temukan banyak sekali waktu proses perekaman di kecamatan-kecamatan,” tambah Petrus Kanisius.

Bernadus Ratu mengimbau kepada masyarakat untuk sesegera mungkin mengurus administrasi kependudukan berkaitan dengan kelahiran, kematian, pindah masuk dan pindah keluar. Dengan mengurusnya lebih cepat, maka pihaknya pun bisa melakukan tindakan administratif sesegera mungkin. (vic)

Komentar ANDA?