Kalau Lamban, KSPN Bisa Dialihkan ke Tempat Lain

0
306
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya serius menyimak penjelasan Menteri Pariwisata, Arief Yahya

LABUAN BAJO. NTTsatu.com – Menteri Pariwisata , Arief Yahya menyatakan Labuan Bajo merupakan  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) urutan ketiga dari sepuluh KSPN yang ditetapkan Pemerintah Pusat.  Namun kalau pemerintah setempat lambat menanggapi dan menukungnya, bisa dialihkan ke tempat lain.

“Prinsipnya sesuai arahan Presiden Jokowi, kalau salah satu KSPN lamban dalam mendukung pengembangan Pariwisata Nasional maka akan diganti  serta dialihkan ke tempat lain karena masih ada 34 potensi pariwisata nasional lainnya yang tersebar di seluruh provinsi seluruh Indonesia,” tegas Arief Yahya dalam pertemuan bersama dengan Gubernur NTT serta para pimpinan kabupaten sedaratan Flores di Ruang Kerja Bupati Manggarai Barat, Senin (23/5).

Dalam rapat singkat yang digelar sebelum Penutupan Tour de Flores tersebut, Menteri Pariwisata menjelaskan secara gamblang filosofi dasar KSPN.

“Penetapan sepuluh KSPN tersebut diarahkan untuk menciptakan sepuluh Bali baru sebagai destinasi utama Pariwisata Nasional,” jelas Menteri yang berharap agar dengan pengembangan tersebut, wisatawan mancanegara daerah lain tidak lagi menjadi tumpahan atau secondary destination dari Bali.

Ditambahkan Arief Yahya, penetapan Labuan Bajo sebagai KSPN hanya menjadi ikon untuk pengembangan pariwisata NTT pada umumnya dan Flores pada khususnya.

“Proyeksi wisatawan mancanegara untuk wilayah KSPN Labuan Bajo dan sekitarnya sampai tahun 2019 ditargetkan 500.000 jiwa dengan perkiraaan pemasukan devisa untuk masyarakat sekitar  500 juta dollar atau setara Rp. 6 Triliun. Potensi kesempatan kerja untuk satu juta orang,” jelas Menteri.

Menurut Yahya untuk mendukung Pariwisata Flores akan dibentuk Badan Otoritas Flores.Badan Otorita ini diketua oleh Menko Maritim dengan Ketua Pelaksana harian Menteri Pariwisata. Anggotanya Kementerian, Lembaga, Gubernur serta Bupati sedaratan Flores.Peraturan Presiden tentang Badan Otorita Flores diharapkan selesai pada Triwulan III.

“Saya berharap agar para Bupati segera menetapkan luas klaster kawasan pariwisata di setiap kabupaten. Kehadiran lembaga ini dapat mempercepat pertumbuhan pariwisata serta infrastruktur pendukung lainnya.Lobi jalan cukup ke badan otoritas, dia yang akan mengkoordinasikan dengan Kementerian terkait untuk mengeksekusinya” jelas Arief.

Menurut Arief, penetapan Labuan Bajo dan sekitarnya sebagai KSPN merupakan sebuah kesempatan emas. Ada sekitar 16 Triliuan dana baik dari Pemerintah maupun pihak swasta.

“Khusus untuk Anggaran Pemerintah untuk pengembangan kawasan ini mencapai Rp 8 Triliun  sedangkan sisanya dari investasi swasta. Saya akan membantu pemerintah daerah untuk mendatangkan investor,” janji Arief Yahya.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada kesempatan itu mengharapkan agar Bupati sedaratan Flores menangkap peluang emas tersebut.

“Tinggalkan ego  masing-masing Kabupaten. Mari kita bersatu padu dan berpikir dalam kerangka kemajuan wilayah Flores pada khususnya dan NTT pada umumnya,” harap Lebu Raya. (humas setda NTT)

Komentar ANDA?