Kami Datang dari Timur Mau Menyembah Sang Raja Baru

0
343

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, PR

*Hari Minggu Oktaf Natal, 07 JANUARI 2024*. Bacaan: Yes 60: 1-8 & Efesus 3: 2-3a, 5-6 dan Injilย  Mt 2: 1-12.

HARI RAYA EPIFANI Atau PENAMPAKAN TUHAN

Persaingan merebut kekuasaan selalu menjadi buah tutur umum di saat-saat menjelang Pemilu. Paling kurang ada dua kisah sejarah kelabu dalam Kitab Kejadian. Kisah kejatuhan Adam dan Hawa karena makan buah terlatang (Kej. 3). Kisah Kain yang irihati terhadap Habel adiknya (Kej. 4). Selain itu anak-anak Yakob yang iri hati terhadap Yusuf darah daging mereka sendiri (Kej 37,4). Ketiga fakta Biblis ini sesungguhnya dilatar belakangi kuasa dan kesombongan manusia.

Terlepas dari fakta Kitab Kejadian, Injil pun tak kalah menariknya dalam kisah para sarjana dari timur. Mereka berusaha mencari tempat di mana Yesus dilahirkan. Selain itu Horedos juga cari Yesus Raja baru itu. Dua tipe manusia yang mencari Tuhan dengan maksud yang sama tapi tujuannya berbeda. Para majus, sarjana mencari Tuhan dan memberikan persembahan berharga sebagai rasa hormat. Sebab Yesus adalah Juru Selamat dunia. Sebaliknya Herodes berusaha dengan niat jahat untuk menghabisi nyawa Raja Baru itu. Sebab baginya, Yesus adalah saingan baru di era kekuasaan yang bakal mengganggu kedudukan dan dinastinya.

Kedua kelompok ini muncul ke publik dengan pesan yang sangat kontras. Yang satunya sadar bahwa segala apapun yang dimiliki Ada Penyelenggaranya maka pantas diberikan penghormatan yang besar. Sebaliknya motivasi yang lainnya sudah terlena dalam balutan kuasa yang membuat ia lupa diri. Dia lupa bahwa diluar dirinya itu ada kuasa yang Maha tinggi, malahan figur dirinya dijadikan sebagai ukuran dan patokan segala sesuatu. Akibatnya tabiat manusia semakin serakah, loba dan tamak berkuasa. Siapapun yang muncul dan menentang regimnya maka akan habis libas.

Kedatangan para majus mengakibatkan Herodes gelisah dan cemas. Ia takut bakal posisinya tergeser dengan kehadiran Raja baru. Alasan itu maka ia cari tempat kelahiran Yesus tapi tak menemukannya. Para majus dari Timur justru menjumpai Yesus Sang Juruselamat dan memberikan harta berharga. Emas: simbol Yesus sebagai Raja. Kemenyan: simbol KeAllahan Yesus dan Myrh (mur) adalah: persembahan Diri Yesus. Sebab itu perayaan Penampakan Tuhan atau Epifani mau menyadarkan kita bahwa sesungguhnya tak sulit mencari Tuhan. Di mana ada kemauan atau niat baik, di situ ada jalan biarpun penuh rintangan.

Orang tulus yang mengandalkan Tuhan pasti tak akan kecewa. Buktinya para majus yang datang dari jauh dengan mengandalkan tuntunan bintang timur. Olehnya kita tak boleh mengalah terhadap materi, harta yang diperoleh tapi fokus kepada Tuhan. Bila kita tak punya hati lagi untuk Tuhan maka sesama juga mudah kita singkirkan. Kata Injil: “dimana hartamu berada di situ pula hatimu” (Mt 6;21). Akibatnya sulit terwujud arti persahabatan yang benar yang sudah terbangun. Jika hendak menyembah Kristus maka harus fokus berusaha mengesampingkan harta dan takta yang sering mencengkram diri.

Di awal tahun baru, marilah kita melihat Cahaya Bintang Tuhan dalam setiap peristiwa hidup. Sesuai kehendak Tuhan, dengan hati, budi dan sikap kita *kembali ke jalan lain*. Bila tak kenal Yesus dan berkiblat pada pengaruh jahat maka kelakuan kita sama dengan akal bulus Herodes yang mau membunuh Yesus. Setelah mengalami kehadiran kasih maka harus bersemangat dalam segala bentuk karya pelayanan, biar hidup sederhana tapi penuh sukacita. Sebab kita memberi kesaksian nyata dengan rendah hati dan rela mempersembahkan seluruh diri, bakat dan kesanggupan serta segala hasil karya bagi Tuhan dengan penuh rasa syukur seperti para majus. Sudah seperti apakah saya memahami iman sejauh ini?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐ŸŒน๐ŸŒนโœ๏ธ๐Ÿชท๐Ÿชท๐Ÿค๐Ÿค๐ŸŽ๐Ÿ›๏ธ๐Ÿ’ฐ๐ŸŽ…๐Ÿง‘โ€๐ŸŽ„๐ŸŒฒ๐ŸŽ„๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?