Kamu Adalah Garam Dunia (Mt 5: 13-19)

0
952

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Selasa, 01 Juni 2021.
*Pesta Sto.Yustinus, Martir*.
Bac. 1Kor 1: 18 – 25.

*Yustinus* lahir pada abad kedua di Flavia, Samaria. Sekarang nama tempat itu *Nablus*, wilayah tepi barat- Palestina. Ia berasal dari keluarga beriman. Setelah matang mempelajari filsafat Yunani, ia menekuni Kitab Suci dan thn 130 menjadi pengikut Kristus. Ia berusaha menerangkan iman kristen dengan bantuan filsafat. Yustinus kemudian ke Roma dan menjadi pengajar dan pewarta iman kristiani.

Banyak tulisan apologinya untuk membela iman Kristen terhadap serangan orang kafir pada waktu itu. Selain itu juga membuka hati orang akan kebenaran iman lewat perdebatan umum.

Yustinus adalah seorang filsuf kristen pertama yang membela iman akan Kristus. Baginya baik para filsuf maupun para nabi menyampaikan ajarannya yang diinspirasi *Logos, Firman, Sabda*. Logos itu menjelma menjadi manusia di awal injil Yohanes (Yoh 1,1 & 14).

Oleh karena pengajaran dan penghayatannya ini maka Yustinus akhirnya dibunuh. Ia menjadi martir pertama pada masa pemerintahan Kaiser Marcus Aurelius sekitar thn 169. Tak salah jika kita kaitkan ajaran sto. Yustinus dengan warta injil Matius hari ini. Pada masa hidupnya, ia telah berusaha melebur jadi garam dengan menumpah- kan darah sebagai martir.

Garam memang penting, bukan saja untuk rumah tangga tapi juga untuk industri. Fungsi *garam adalah memberi cita rasa makanan dan pengawetan*.

Tanpa garam, makanan rasa hambar dan sulit tahan lama. Hal yang dianggap sepele tapi dibutuhkan semua orang. Agar bisa memenuhi kebutuhan industri, tahun ini negara kita masih impor garam dari LN. Untuk industri makan minum, farmasi, kimia, pulp dan kertas. Dalam kotbah di bukit, Yesus ajak kita *menjadi garam dunia*. Itu berarti kita berusaha jadikan citra diri orang lain baik sesuai identitas & karakter dasar kristiani kita. Jika niat baik tak jelas maka akan dicampakan keluar.

Salam sehat di Hari Selasa buat semuanya. *Tetap taat menjaga Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing- masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin.

=========

Penulis: Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?