Kamu Adalah Saksi dari Semuanya Bahwa Mesias Harus Menderita dan Wafat

0
800

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

*Hari Minggu III Paska, 14 April 2024*. Bacaan. Kisra 3: 13-15, 17-19 dan 1Yoh 2: 1-5a dan Injil  Lk 24: 35-48.

Dalam keadaan takut dan panik bisa saja mata kitapun semakin kabur untuk melihat. Benda apa atau siapapun di sekitar hampir tak jelas kita kenal mereka. Bahkan bisa saja tembok tinggi atau pagar berduri dapat dilewati orang dengan mudah meskipun dalam keadaan yang biasa rasanya tak sanggup. Suatu keadaan yang menuntut agar mau tak mau orang harus berani karena takut.

Petrus dan Yohanes dua rasul yang dekat dengan Yesus sangat dikagumi orang karena menyembuhkan seorang lumpuh di gerbang Indah. Ketika orang banyak datang mengerumi mereka maka rasul Petrus dengan lantang berkata: “kami adalah saksi dari Yesus yang telah bangkit”. Walaupun Pilatus hendak melepaskan DIA akan tetapi kalian telah menolak Yang benar dan membunuh DIA. Memang kalian berlaku demikian karena tidak tahu tapi sadarlah dan bertobatlah agar dosamu dihapuskan.

Yesus dari Nazaret adalah Anak Allah. DIA wafat di Yerusalem sebagai Penebus dosa. Bagi para murid Yesus, kematian Sang Guru telah meninggalkan trauma yang hebat. Tak heran jika para murid Yesus lari tercerai berai termasuk kedua murid yang pulang kembali ke Emaus asal mereka karena kecewa. Perjalanan mereka sejauh 7 mil atau 11 Kilo meter itu tak buat mereka letih karena sedang asyik bercerita. Hati dan pikiran mereka galau karena Yesus yang menjadi harapan ternyata dianiaya kemudian menderita di Salib sampai mati. Hal yang dirasa aneh namun menakjubkan adalah kubur-Nya itu kosong. Kata malaekat di situ bahwa *IA telah bangkit*.

Pikiran mereka picik padahal sesuai Kitab Suci, Yesus harus bangkit dari kematian. Tak mungkin Yesus tetap berada di dalam kuasa maut. Soal inilah yang menjadi topik pewartaan para Rasul. Yesus tiba-tiba menampakan Diri seraya berkata: “Damai Sejahtera bagi kamu, Shallom Aleickem!”. Mereka terkejut dan mengira melihat hantu sehingga sangat ragu-ragu. Yesus bertanya: mengapa kalian merasa terkejut dan timbul keraguan dalam hati? Saya sendirilah ini. Rabalah AKU dan lihatlah !!

Oleh karena kedua murid dari Emaus masih merasa ragu dan heran maka Yesus bertanya: Adakah padamu makanan di sini? Mereka berikan Yesus sepotong ikan goreng dan memakannya di depan mata mereka. Yesus membuka pikiran mereka agar sungguh memahami betul warta Kitab Suci bahwa “inilah perkataan tentang AKu” yang harus digenapi dalam Kitab Taurat Musa, para Nabi dan Kitab Mazmur.

Sebagai gereja katolik kita sungguh percaya pada pokok iman akan kebangkitan badan serta kehidupan kekal. Walaupun Yesus sendiri pula telah menunjukan fakta kebangkitan itu namun tetap saja menimbulkan perasaan ragu-ragu seperti juga halnya pengalaman rasul Thomas. Pikiran kita begitu lamban melihat dengan mata kepala barulah kita percaya. Dari sebab itu Yesus yang bangkit dan menampakan Diri hendak membuka kembali pikiran para murid. Pada waktu itu mereka yakin bahwa Yesus menjumpai dan mempererat mereka kembali yang kecewa dan terpencar setelah DIA bangkit dari kematian.

Kita orang katolik kadang tak sepenuhnya menerima pribadi Yesus biarpun tiap hari kita rajin terima tubuh darah-Nya. Biarpun DIA hadir dan ikut jalan bersama dalam Sabda serta Ekaristi tapi hati kita tetap lamban. Apabila tak jelas motivasi maka kita yang menerima DIA menjadi asing. Pengalaman rohani kitapun sudah sangat banyak cuma perlu bila kita serius mau mendalaminya. Tuhan yang berbicara dengan kita dalam setiap peristiwa hidup menghentakan pikiran untuk membuka hati dan budi agar mampu mendengar-Nya. Apakah dalam ziarah jatuh bangun hidup saya sungguh andalkan Yesus yang hadir?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang 

Komentar ANDA?