Kapolres Flotim Inapkan Istri Korban Penyanderaan Abu Sayyaf di Fortuna Hotel

0
200
Foto: Ketiga istri korban penyanderaan diinapkan di Hotel Fortuna Larantuka sambil menunggu kepulangan para suami.

LARANTUKA. NTTsatu.com – Kapolres Flores Timur,  AKBP Yandri Irshan,SH, SIK., MH, Senin,  19 Septemer 2016 siang kemarin, menginapkan ketiga istri dari korban korban penyanderaan di Hotel Fortuna Larantuka sambil menunggu kepulangan para suami.

Tindakan Kapolres ini dilakukan sesuai hasil koordinasi berjenjang pada satuan Kepolisian Republik Indonesia terkait  pembebasan tiga warga Desa Latanliwo, Kecamatan Tanjung Bunga,Kabupaten Flores Timur-NTT oleh kelompok Abu Shayaf yang sudah dilakukan pada Sabtu, 17 September 2016.

Kapolres Flotim AKBP Yandri Irshan yang dikonfirmasi melalui  Kasubag Humas Ipda Gaspar Kopong Keda sebelum mengantar Yasinta Pusaka Koten, Resiana Piter Boro dan Margareta Hading Hurint menjelaskan, pemindahan sementara ketiga istri korban penyanderaan tersebut dari Desa Latonliwo ke Hotel Fortuna Larantuka hanyalah bertujuan untuk mempermudah jalinan koordinasi dan komunikasi. Sebab Latonliwo adalah desa yang sangat sulit terjangkau serta  sulit dalam akses informasi.

“Kita tahu bersama, Latonliwo adalah desa tersulit dari akses transportasi maupun dari aspek komunikasi. Karena tidak ada signal di sana serta sulitnya menjangkau kampung itu maka, Pak Kapolres mengajak mereka untuk tinggal sementara di Larantuka, menanti informasi lanjutan kapan ketiga korban penyanderaan itu kembali bersatu dengan keluarganya.Untuk sementara kami inapkan mereka di Hotel Fortuna ,” ungkap Kopong Keda.

Sementara itu Ny. Yasinta Pusaka Koten, Resiana Piter Boro dan Margareta Hading Hurint ketika diwawancarai tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka dan tak henti-henti mereka  mengucapkan terima kasih kepada Pemda Flotim, Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat serta jajaran TNI, Polri yang telah membantu membebaskan ketiga suami mereka.

“Sudah 2 bulan,11 hari (hari ini) kami berada dalam kekalutan, suami kami di sandera. Kami hanya berdoa dan berdoa, dan pagi tadi kami dikabarkan oleh seorang staf kantor camat Tanjung Bunga bila penyandera telah membebaskan ketiga suami kami.Kami pun bahkan kaget, kami langsung diminta untuk datang ke sini. Terima kasih Pak Kapolres, terima kasih kepada semua mereka yang telah membantu membebaskan suami kami,”ucap Yasinta, Resiana dan Margareta sambil menyeka air mata haru bersatu gembira itu.

Belum diketahui pasti kapan ketiga korban penyandraan kelompok Abu Syaaf yakni Lorens Koten, Theodurus Kopong, dan Emmanuel Arakian tu tiba kembali di Larantuka dan bertemu keluarga mereka masing-masing. (*/bp)

Komentar ANDA?