Kapolres Sumba Barat: Yang Langgar Pasti Ditindak

0
597

NTTsatu.com – SUMBA BARAT DAYA – Tersebarnya isu-isu yang sangat meresahkan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya membuat Kapolres Sumba Barat terus memperkuat pengawasan dan pengamanan serta melakukan pantauan secara intens diwilayah Sumba Barat Daya. Kabupaten Sumba Barat Daya akan melangsungkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tahun 2018.

Tiga kabupaten di Pulau Sumba hanya memiliki satu Polres yakni Polres Sumba Barat sehingga harus ada BKO dari Polda NTT, dan juga untuk wilayah SBD adalah wilayah yang rawan dan memerlukan perhatian khusus dari pengamanan.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan, jumat (22/06) diruang kerjanya terkait pengamanan Pilkada khusus di Sumba Barat Daya mengatakan, di wilayah Sumba Barat Daya (SBD) pihaknya mendapat penambahan personil Brimob maupun Dalmas dari Polda NTT dan  sudah tempatkan personil tersebut pada daerah-daerah yang rawan.

“Dan strategi yang kami lakukan untuk menciptakan kondisi yang aman dan aman, yakni dengan cara melaksanakan patrol, razia-razia yang sasarannya adalah miras, senjata tajam, motor yang tidak dilengkapi surat-surat maupun kenalpot motor yang resing. Upaya-upaya lain yang dilakukan seperti melakukan sosialisasi di polsek-polsek agar tetap siaga dan menghimbau kepada seluruh tim pemenangan paslon agar tidak melakukan hal-hal yang mencederai jalannya pesta demokrasi. Itulah upaya-upaya yang kita lakukan untuk memelihara kantibmas yang aman,“tegasnya.

Menurutnya, rencana pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan ketiga ketua KPU  untuk pendistribusian surat suara ke PPK, dan juga ke TPS dan begitu juga sebaliknya setelah pemungutan dan perhitungan suara akan dikawal oleh aggota polisi untuk memastikan bahwa kotak suara dalam keadaan baik dan tidak diganggu oleh siapapun.

“Kami sangat berharap sampai pada pelaksanaan hari H pemungutan dan perhitungan suara bahkan surat suara kembali ke KPU  berjalan dengan aman dan lancar. Kami juga akan melakukan pengamanan di Kantor KPU dan Panwas, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, sehingga semuanya aman,” harapnya.

Lanjutnya, berkaitan dengan isu-isu adanya paslon yang akan melakukan kampanye pada masa tenang, “Aturannya jelas, di masa tenang tidak ada lagi kegiatan-kegiatan pengerahan massa ataupun kampanye.  Kami juga sudah berkoordinasi dengan KPU, Panwas dan lainnya agar benar-benar masa tenang ini menjadi masa tenang bagi masyarakat untuk memilih siapa yang memimpin lima tahun kedepannya,” tandasnya.

Juga ada Isu uang palsu memang dari awal pihaknya sudah mendapatkan informasi, bahwa akan ada peredaran uang palsu disaat serangan fajar atau pada waktu tertentu, namun personil sudah turun untuk melakukan penyeledikan terkait kasus uang palsu tersebut, sampai saat ini belum diemukan adanya uang palsu beredar.

“Aturannya sangat jelas dan semua paslon lebih mengerti tentang peraturan yang berlaku jika ditemukan adanya kampaye dimasa tenang dan juga dengan sengaja mengedarkan uang palsu, jadi kami sangat berharap seluruh masyarakat SBD menjaga pesta demokrasi ini berjalan dengan aman dan damai,” imbuhnya.

Untuk Personil pengamanan pilkada di SBD, BKO dari polda hampir 200 personil juga ditambah dari polres yang sudah tersebar di polsek-polsek.

Kapolres juga menghimbau kepada paslon, tim pemenangan dan juga seluruh masyarakat Sumba dan SBD khususnya agar tidak melakukan intimidasi, paksaan dan juga jangan pernah termakan oleh isu-isu yang mau menghancurkan pesta demokrasi yang sedang berlangsung serta pagi pengguna media sosial, gunakan media sosial dengan cara yang bijak, jangan sampai informasi-infomasi yang tidak benar diposting atau kirimkan kepada masyarakat sehingga memicu perpecahan. (ambu)

 

Foto; Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan

Komentar ANDA?