Kasat Pol PP Sudah Lapor Penangkapan MLU Kepada Bupati Lembata

0
234

Kasat Pol PP Lembata, Kanis Making

 

KUPANG. NTTsatu.com – Kapela Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Lembata, Kanisius Making mengaku kasus penangkapan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kabupaten Lembata, MLU sudah dilaporkan kepada Bupati Lembata.

“Benar kami menangkap MLU di sebuah pondok milik warga, saat itu MLU sedang bersama seroang perempuan berinisial AG. Setelah kita tangkap, kita minta untuk melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) namun yang bersangkutan tidak mau di – BAP. Kita jga sudah laporkan kepada Bupati, bagaimana sikap pak Bupati ya… itu urusan pimpinan,” kata Kanis yang dihubungi NTTsatu.com melalui jaringan telepon seluler dari Kupang ke Lewoleba – Lembata, Kamis, 19 November 2015.

Menurut Kanis, selama ini sesuai tugas yang diemban Sat Pol PP Lembata, mereka selalu melakukan operasi penertiban dan membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Lembata. Pada hari Sabtu, 14 November 2015 mereka melakukan operasi seperti biasanya. Dan sesuai laporan masyarakat, mereka bergerak menuju ke kawasan Waijarang.

Kanis mengakui, ketika sampai di seuah pondok milik seorang ibu, mereka kemudian mendapatkan MLU dengan AG yang bukan suami istri ataupun hubungan keluarga sedang berada disana. Keduanya kemudian ditangkap.

Ditanya, bagaimana posisi kedua orang itu, Kanis tidak mau merincikan lebih lanjut. “Pokoknya kita tangkap mereka, karena mereka sedang berada di pondok seorang ibu. Keduanya juga bukan suami istri, juga tidak memiliki hubungan keluarga sama sekali dan itu juga kami lakukan berdasarkan informasi dari masyarakat,” katanya.

 

MLU Tidak Mau Berkomunikasi

 

Sejak Rabu, 18 November 2015 malam, NTTsatu.com berusaha menghubungi MLU melalui jaringan telepon dari Kupang ke Lewoleba. Beberapa kali di ntelpon ke nomor 081331344867 milik MLU terdengar nada masuk namun tidak diangkat.

Kemudian NTTsatu.com mengirim pesan singkat dengan memperkenalkan diri dan tujuan untuk mengkonfirmasi berita itu, Beberapa saat kemudian dia membalas sms “maaf, kami lagi sembayang ama”.

Sejam kemudian ketika ditelpon, nomor hp itu tidak bisa dihubungi. Pada Kamis, 19 November 2015 ditelepon pertama, terdengar nada masuk tapi tidak diangkat. Kemudian ditelepon lagi beberapa kali ke nomor  yang sama namun sudah tidak aktif lagi.

Informasi yang diperloeh NTTsatu dari Lembata menyebutkan, Kepala BP2KB Lembata, MLU ditangkap Satpol PP karena membawa cewek ke kebun pada Sabtu pekan lalu. Penangkapan terjadi di sebuah kebun di Desa Waijaring, Kecamatan Nebatukan sekitar pukul 15.00 Wita. Penangkapan tersebut atas laporan warga.

Kasus itu kemudian dilklarifikasi  MLU dengan mengatakan, Kasat Pol PP terlalu arogan, menangkap itu hanya dengan alasan karena berduaan dengan perempuan lain.

Menurut MLU, ia bersama sang cewek tersebut datang ke kebun sekitar pukul 11.00 Wita menggunakan mobil dinas. Setelah tiba di kebun, sopir diminta membawa pulang mobil ke rumah. Di kebun masih ada empat pria dan seorang kakek pemilik pondok. Dan MLU dengan cewek itu duduk berdua di lantai teras pondok itu, dan karena panas MLU kemudian membuka bajuja sementara cewek itu berpakaian lengkap. (bp)

 

 

Komentar ANDA?