Kasus Bidan Dewi, Polisi Periksa Ketua IBI Kota Kupang

0
282

KUPANG. NTTsatu.com – Gilda Saina Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Kupang, akhirnya diperiksa tim penyidik reserse dan criminal Polres Kupang Kota sebagai saksi ahli terkait kasus dugaan praktek aborsi illegal yang dilakukan bidan Dewi S. Bahren.

Bidan Wilda Saina diperiksa penyidik Aipda Frenky Patola selama empat jam yakni sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.00.

Kasat Reskrim, AKP Didik Kurnianto, Sabtu (20/2) mengatakan, pihaknya sudah selesai memeriksa Ketua IBI Kota Kupang, Bidan Wilda Saina. Sesuai pengakuan Ketua IBI Kota Kupang, perbuatan tersangka Bidan Dewi S. Bahren yang nekad mengugurkan janin milik Siti Nuraini Nurdin alias Narsi (23) adalah tindakan yang menyalahi kode etik kebidanan.

“Praktik yang dilakukan tersangka dengan menggugurkan janin dari kandungan Siti Nuraini Nurdin adalah salah karena sudah menyalahi kode etik kebidanan. Seorang bidan tidak punya kewenangan untuk lakukan aborsi,” tegas Kurnianto.

Menurut Kurnianto, jika ditemukan pasien yang mengalami kondisi seperti yang terjadi pada Siti Nuraini Nurdin, maka seorang bidan harus merujuk pasien tersebut ke rumah sakit untuk ditangani oleh pihak medis, dalam hal ini dokter kandungan.

Sementara seorang bidan, lanjut Kurnianto, hanya bisa melakukan tindakan medis berupa pengecekan, dan bukan melakukan tindakan aborsi seperti yang sudah dilakukan tersangka bidan Dewi S. Bahren.

Dijelaskan Kurnianto, dalam kasus itu, penyidik reserse dan kriminal Polres Kupang Kota segera memeriksa salah seorang dokter kandungan untuk mempertegas keterangan Ketua IBI Kota Kupang. Penyidik sudah melayangkan panggilan ke dokter kandungan itu. Hanya saja, dokter tersebut belum datang.

Jika semua sudah selesai, tambah Kurnianto, pihaknya akan segera melakukan pelimpahan berkas tahap pertama ke JPU Kejari Kupang. Selanjutnya, penyidik tinggal menunggu pemeriksaan berkas tersangka Dewi S. Bahren oleh JPU.

Jika ada petunjuk, pihaknya akan melengkapi petunjuk itu. Dengan demikian, proses hukum terhadap Bidan Dewi S. Bahren tidak berlarut- larut lagi.(dem)

=====

Foto: Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto, SIK

Komentar ANDA?