Kasus Buaya Terkam Warga, BKSDA Segera Tindak Lanjuti

0
1086
NTTsatu.com –  KUPANG –  Kasus tewasnya Yohanes Suku Odel warga desa Mahal kecamatan  Omesuri akibat diterkam buaya ternyata mengundang perhatian  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Nusa Tenggara Timur (NTT). BKSDA NTT  telah mengirim tim yang beranggotakan empat orang ke Lembata guna menangani kasus  tersebut.

Buaya tersebut dikabarkan telah menerkam seorang warga di Pantai Natu, Desa Mahal Kecamatan Omesuri kabupaten Lembata kemarin.

Kepala BKSDA Timbul Batubara yang dihubungi di Kupang, Jumat, 31 Januari 2020 mengaku sudah mendengar kabar itu. Dia mengaku sudah mengirimkan tim ke Lembata agar bisa melihat dari dekat kasus ini.

“Kami sudah mengirimkan tim ke Lembata untuk tangani kasus buaya yang menerkam warga disana. Kita berharap tim bisa secepatnya menangani masalah ini dengan baik,” kata Timbul Batubara.

Diberitaiah sebelumnya, Yohanes Suku Odel (39) ditemukan tak bernyawa di pesisir Pantai Natu, Desa Mahal Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Akibat diterkam buaya saat memancing di pantai tersebut pada Kamis, 30 Januari 2020.

Setelah diterkam buaya Yohanes sempat diseret dan menghilang, dan baru ditemukan keesokan harinya dalam keadaan tak bernyawa.

Buaya itu diduga bersarang di Laran Pao, Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri, Lembata. Berkat bantuan para tokoh adat yang ada di daerah itu mereka akhirnya setelah mennggelar ritual mala itu maka dini hari Yohanes ditemukan telah meninggal dunia. (*/bp)

Komentar ANDA?