Kasus Gelar Palsu, Sam Haning Terancam 5 Tahun Penjara

0
235

KUPANG. NTTsatu.com – Mantan rektor Universitas PGRI NTT, Samuel Haning terdakwa dalam kasus penggunaan gelar doktor palsu terancam pidana kurungan selama 5 tahun penjara.

Kasi Pidum Kejari Kupang, Wisnu Wardana kepada wartawan, Jumat (15/1) mengatakan akibat perbuatan terdakwa yang menggunakan gelar doktor yang diduga palsu itu, dirinya terancam 5 tahun penjara.

Menurut Wisnu, perbuatan terdakwa telah diatur dan diancam dalam Undang-Undang (UU) Dikti Nomor 20 tahun 2013 dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa yang menggunakan gelar doktor yang diduga palsu itu terancam pidana selama 5 tahun,”kata Wisnu.

Dalam kasus itu, tambah Wisnu, beberapa saksi telah menguatkan jika perbuatan terdakwa telah menyalahi aturan Dikti yang ada. Namun, untuk saat ini dirinya belum bisa memastikan apakah terdakwa terbukti atau tidak, pasalnya itu merupakan pertimbangan dan keputusan hakim yang memutuskan apakah terdakwa terbukti atau tidak.

“Kalau saya bukti-bukti dan saksi sudah cukup menguatkan perbuatan terdakwa. Tapi keputusannya ada ditangan hakim. Apakah terdakwa terbukti atau tidak tergantung keputusan hakim, “ kata Wisnu.

Berbeda dengan Kuasa hukum terdakwa Leksy A. Tungga yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa dirinya merasa yakin bahwa terdakwa bebas dan tidak terbukti perbuatannya dalam kasus itu.

“Kalau saya yakin sekali kalau Sam Haning tidak bersalah dan saya yakin kalau Sam Haning akan bebas dalam kasusa itu nantinya, “ kata Leksy. Namun.

Menurut Leksy, pihaknya menghormati proses persidangan yang saat ini berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang. Untuk itu, pihaknya akan menunggu keputusan majelis hakim PN Klas I A Kupang nantinya. (dem)

=====

Foto: Mantan Rektor Universitas PGRI Kupang, Samuel Haning

Komentar ANDA?