Kasus PDT, Kejati Tetapkan Tiga Orang DPO

0
156

KUPANG. NTTsatu.com – Kasus dugaan korupsi pembangunan dua dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur (Flotim) tahun 2014 senilai Rp 43 milyar, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menetapkan tiga orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH yang dihubungi Selasa, 08 September 2015 mengatakan, tiga orang itu masing-masing beriinisia R, D dan AP. Ketiganya sudah masuk dalam DPO.

Menueut Ridwan, ketiganya merupakan otak dalam kasus itu. Dimana, mereka meminjam pakai bendera orang lain untuk mengerjakan proyek itu. R mengerjakan dermaga Alor dan D dermaga Flotim sedangkan AP merupakan PPK dalam kasus itu.

Sejauh ini lanjut Ridwan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencarian terhadap ketiga tersangka yang masuk dalam DPO Kejati NT. Pihaknya, juga telah berkoordinasi dengan Kejagung RI untuk dilakukan pelacakan keberadaan ketiga tersangka tersebut.

Dikatakan Ridwan, saat ini tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalabahi, Kabupaten Alor bersama-sama dengan ahli dari BPKP perwakilan NTT sedang melakukan pemeriksaan fisik proyek untuk melakukan perhitungan kerugian Negara.

Selain itu, lanjut Ridwan, tim penyidik Kejari Kalabahi akan meminta klarifikasi dari Kepala Dinas dan beberapa pejabat di Kabupaten Alor terkait proyek dermaga tersebut.

Sementara untuk proyek dermaga di Flores Timur, sudah ditetapkan tiga orang tersangka masing-masing Maprih Unggul Purwanto selaku pejabat pembuat komitmen, Mardjuki selaku kontraktor, dan Sjambas Chotib selaku konsultan supervisi. (dem/bp)

======

Foto: Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH

Komentar ANDA?