Kasus Polisi Zeth Blegur, Saksi Mengaku Korban Pernah Dengan Orang Lain

0
146

KUPANG. NTTsatu.com – Osias Blegur salah satu saksi yang diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang dalam kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur dengan terdakwa Zeth Blegur oknum Polri pada Polres Kupang Kota mengaku bahwa korban pernah dengan orang lain ketika menghilang dari rumah korban selama satu bulan.

“Ketika hilang dari rumah, korban pernah dengan orang lain ketika hilang dari rumah selama satu bulan,”kata saksi, Osias Blegur ketika di periksa sebagai saksi di PN Klas I A Kupang, Rabu (27/1).

Secara terpisah Fransisco B. Bessi kepada wartawan mengatakan sesuai pengakuan saksi bahwa saat itu korban tidak bersama dengan terdakwa dirumah karena kabur dari rumah selama satu bulan.

Dikatakan Fransisco alias Sisco, korban perna mengaku kepada Osiaz selaku saksi bahwa dirinya pernah dengan orang. Namun korban tidak menjelaskan saat kabur itu dia bersama siapa dan apakah mereka melakukan hubungan badan atau tidak.

Dengan menghilangnya korban dari rumah, kata Sisco, saksi menelpon kedua orang tua korban untuk mencari korban. Dan saat itu, kedua orang tua korban tidak mengetahui jika korban telah menghilang dari rumah.

Kata Sisco, kedua orang tua korban yang saat itu berada di luar Kota Kupang mendatangi saksi untuk bersama-sama mencari korban. Namun, sayangnya korban tidak ditemukan.

Pada keesokan harinya, kata Sisco, kedua orang tua korbanlah yang menemukan korban dimana saat itu korban sedang bekerja pada sebuah toko roti.

“Ketika korban hilang, mereka cari dan yang temukan korban itu ayah dan ibunya di toko roti ketika sedang bekerja,”ungkap Sisco.

Sisco menjelaskan, dirinya sangat meyakini bahwa bukanlah terdakwa yang mencabuli anaknya sendiri. Pasalnya, korban juga mengaku bahwa bukan terdakwa yang melakukannya.

“Kejadiannya tahun 2013 lalu saat korban menghilang dari rumah dan saat itu bersama dengan orang lain, saya yakin bahwa bukan terdakwa yang melakukannya,”kata Sisco.

Menurut Sisco, dirinya merasa ganjil dengan peristiwa itu. Kejadiannya tahun 2013 kemudian dilaporkan 2015 dan visum dilakukan tahun 2015. Dengan jedah waktu selama 2 tahun, apakah bisa menjamin bahwa terdakwa adalah pelakunya sedangkan korban menghilang dari rumah selama satu bulan dan saat itu sedang berada dengan orang lain.

“Masa kejadiannya 2013, lapor 2015. Apakah bisa menjamin bahwa terdakwa yang melakukannya sedangkan korban hilang dari rumah dan tinggal dengan orang lain,” ungkap Sisco.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu dipimpin majelis hakim, Ida Ayu. Terdakwa Zeth Blegur didampingi kuasa hukumnya, Fransisco B. Bessi. Turut hadir JPU, Umar. Sidang akan dilanjutkan pekan depan, Rabu (3/2) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.(che)

=====

Keterangan Foto: Osias Blegur salah satu saksi ketika diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang

Komentar ANDA?