Kasus Selingkuh Kades Mahal I dan Warganya Mulai Terkuak

0
883
Foto: Ilustrasi

 

  • JI Mengaku berawal Dari Sang Kades Memegang Bahunya

NTTsatu.com – LEMBATA – Kasus perselingkuhan Kepala Desa Mahal I di Kabupaten Lembata berinisial LL terhadap seorang warganya berinisial JI hingga hamil mulai terkuak. Perselingkuhan itu dimulai dari dapur dengan pemegang bahu pasangan selingkuhnya.

JI, Istri sah Tahir Ikram Ardiansyah, yang diduga menjadi pasangan selingkuh Kades Mahal I, LL mulai buka mulut. JI memberikan pengakuan secara terang terangan dan jujur walau diancam oleh LL.

JI menceritakan semua kejadian secara kronologis kepada suaminya Ikram Tahir dan beberapa keluarga dekat Ikram dan JI, di Lamahora, Lewoleba Lembata.

Ketika ditemui wartawan di Lamahora, 21 September 2018, JI pun mengakui perbuatannya. Dia menceritakan secara terus terang dan jujur bahwa dirinya memang hamil dengan kepala Desa Mahal I, berinisial LL.

Menurut JI, hubungan dirinya bersama kades tersebut, terjalin sejak Bulan Desember 2017.

“Awalnya dia dari Desa Panama. Saat itu sedang hujan. Dia (Kades Mahal I-Red), singgah di rumah saya. Dia masuk dari depan, karena pintu terbuka. Saya di dapur sana. Dia masuk langsung ke belakang, di dapur dan langsung pegang bahu saya,” ungkap JI.

Ketika mengetahui yang datang adalah Kades, JI mempersilakan Kades duduk dan menawarkan makan.

“Saya tawarkan makan karena saya anggap dia kepala desa dan abang. Dia jawab tidak mau. Nanti pulang baru makan dirumah. Dia duduk tunggu sampai hujan berhenti baru pulang. Dia datang waktu itu menggunakan pakaian dinas,” ungkap JI seperti dilansir weeklyline.net.

Setelah kejadian Bulan Desember 2017 tersebut, Sang Kades LL datang terus ke rumahnya. Bulan Januari 2018 juga Kades datang lagi ke rumah JI.

“Pernah satu kali dia datang. Dan paksa saya. Tarik saya masuk ke dalam kamar. Saya tidak mau. Tapi dia tarik terus,” cerita JI.

Saat mendapati dirinya sudah hamil, JI pernah menyampaikan kepada Kades LL.

“Waktu tau saya hamil. Saya bilang ke dia, tapi dia jawab, kita tunggu saja. Bahkan dia pernah minta saya untuk tidak boleh buka mulut,” tutur JI,

Karena mendapat respon demikian, JI memutuskan ke Kalimantan pada bulan Juli 2018.

Sebelumnya Ikram Ardiansyah, suami JI kepada wartawan di Lewoleba usai mengantar salah seoarang saksi kunci ke Polres Lembata, 17 September 2018 menungkapkan dirinya merantau ke Kalimantan selama satu tahun.

Tanggal 7 Juli 2017 dirinya meninggalkan istrinya bersama seorang anak laki laki Wildan Lington berusia empat tahun. Setahun meninggalkan istrinya yang berinisial JI dan putranya wildan Lington (4), Ikram mendapat kabar, istrinya berselingkuh dengan sang Kepala Desa, hanya saja, JI selalu membantah informasi tersebut ketika Ikram menanyakan hal ikwal tersebut melalui telepon.

Atas izin istrinya yang berinisal JI (33), Ikram merantau, selama setahun di Kalimantan, sebagai Buruh sejak 7 Juli 2017 silam.

“Tanggal 14 Juli 2018, ada saudara menelpon bahwa istri saya dalam perjalanan ke Kalimatan untuk ketemu dengan saya tapi coba diperiksa baik baik karena ada yang tidak beres. Kamu harus cek dia baik Baik,” ungkap Ikram.

Masih menurut Ikram, 18 Juli 2018 JI, istrinya dia tiba di Kalimantan.

“Saya cek. Saya Tanya langsung ke dia. Dan dia mengakui bahwa dirinya sudah hamil 1 bulan. Dia  juga mengakui tentang hubungan dengan kepala desa itu. Dia mengaku kepada saya, dia hamil dengan kepala desa itu,” kisah Ikram.

Mendengar pengakuan istrinya, Ikram tidak lalu mengambil tindakan. Ikram hanya mengatakan dirinya tidak sudi menerimanya lagi dan meminta JI untuk pulang.

“Saya tidak menyentuhnya. Dan sewaktu dia pulang saya juga yang biayai bersama anak pertama saya Wildan Lington yang masih berusia 4 tahun,”

Saat tiba di Larantuka dari Kalimantan, demikian Ikram, JI dijemput oleh direktur Lembaga Permata, Nurhayati Kasman, yang sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Ikram.

“Untuk membuktikan kehamilan JI, ibu Nurhayati Kasman membawa JI ke dokter di apotik K-24, Lewoleba. Setelah itu, JI di antar pulang ke rumah orang tuanya. Dan sampai saat ini usia kehamilan JI 3 bulan,” ungkap Ikram.

Karena Merasa dirugikan dan merasa tidak puas Ikram lalu melaporkan ke Polres Lembata Jumat, 14 September 2018 sehari setelah tiba di Lewoleba, 13 September 2018 dengan membawah bukti, hasil USG K-24.

Kasus ini sedang ditangani Unit PPA Polres Lembata, sudah tiga saksi dimintai keterangan. JI dan LL akan dipanggil Senin, 24 September 2018. (weeklyline.net/bp)

Komentar ANDA?