Kebutuhan Listrik Hari Raya Natal, PLN Datangkan Mesin 20 MW

0
235

KUPANG. NTTsatu.com – Untuk kebutuhan jangka pendek mengatasi pemadaman saat ini dan memenuhi kebutuhan listrik untuk berbagai kegiatan sepanjang bulan Desember, khususnya perayaan hari Natal dan Tahun Baru, PLN Wilaya NTT mendapat mesin berkuatan 20 MW.

Genaral Manager PT PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur mengatakan, PLN Pusat akan mengirim tambahan mesin sebesar 20 MW. Mesin ini direlokasi dari Lhoksemawe dan Jakarta. Awal Desember mesin dari dua lokasi itu diberangkatkan ke Kupang.

Richard Safkaur berharap perjalanan kapal yang membawa mesin 20 MW itu lancar. Dan setelah tiba di Kupang, kami membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Dinas Perhubungan NTT, Syahbandar dan PT Pelindo Kupang, agar mendapat prioritas membongkar.
Pasalnya, mesin 20 MW tersebut akan menjawab kekuatiran masyarakat jangan sampai pemadaman listrik masih akan berlanjut sampai perayaan Natal dan Tahun Baru. Penambahan mesin 20 MW tersebut adalah solusi jangka pendek untuk mengatasi kekurangan daya sebesar 20 MW akibat tidak beroperasinya PLTU Bolok.

Daya mampu Sistem Kupang saat ini hanya 34 MW yang dipasok dari PLTD Kuanino dan PLTD Tenau. Sementara kebutuhan pemakaian listrik masyarakat pada siang hari sebesar 44 MW dan malam hari antara 52 MW hingga 54 MW.

Dengan kondisi listrik tersebut, pada siang hari PLN Area Kupang kekurangan daya sehingga harus melakukan pemadaman sebesar 10 MW. Pada malam hari PLN melakukan pemadaman sebesar 18 MW hingga 20 MW.

Dalam melakukan pemadaman, selama ini PLN Area Kupang melakukan pemadaman rata-rata durasi 8 jam, sehingga setiap jalur cukup mengalami padam sekali dalam sehari. Namun atas usulan masyarakat agar durasi padam diperpendek, maka PLN Area Kupang menerapan durasi padam selama 4 jam, dengan kemungkinan sehari setiap jalur akan mengalami giliran padam sebanyak dua kali dalam sehari.

“Kami berusaha agar durasi padam cukup empat jam, tetapi dalam pelaksanaannya, sewaktu-waktu bisa berubah lebih cepat kurang dari empat jam atau lebih lama hingga lima jam. Pertimbangannya, meski daya mampu tidak berubah, tetapi jika pemakaian masyarakat berkurang akibat banyak yang berhemat sesuai imbauan kami, maka lama padam bisa berkurang semua jalur atau lebih cepat menyala,” jelas Manager PLN Area Kupang, Maria Goreti Gunawan. (Humas PT PLN Wilayah NTT)

Komentar ANDA?