Kecerdasan Akademik Wisudawan Memberikan Manfaat bagi Orang lain

0
392

NTTsatu.com — KUPANG —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat Menghadiri Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa 01/09/2020.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, kita bersyukur bahwa hari ini, kita dapat melaksanakan Dies Natalis ke 58 Universitas Nusa Cendana dan juga wisuda magister, profesi dan sarjana. Kita tentunya bersyukur walaupun dunia dalam keadaan rawa paya, tapi kita tetap melaksanakan seluruh tugas tanggungjawab kita dengan baik.

VBL mengatakan, menjadi seorang sarjana itu adalah kebanggaan setiap manusia. “Saya dulu sangat ingin juga menjadi seorang sarjana, dari kecil saya bercita-cita menjadi seorang pengacara maka saya memilih kuliah hukum dan berjuang untuk itu, sampai saya diwisuda. Itu kebanggaan saya. Tentunya orang tua pun akan bangga kalau anak-anaknya telah memperoleh pengakuan akademik lewat gelar yang diperoleh, entah itu sarjana apapun namanya, pasti pengakuan itu memberikan kebanggaan, bahwa anaknya itu diakui sebagai manusia yang punya kecerdasan”, jelas VBL.

“Karena itu, bila seorang wisudawan yang nantinya mengembang tugas kecerdasan akademik yang dimilikinya, dia harus mampu memberikan kontribusi bahkan memberikan manfaat bagi orang lain. Jadi kalau seorang sarjana yang keluar nganggur, bahkan urus diri sendiri tidak mampu, itu tandanya sarjana itu tidak layak dapat gelar sebenarnya, karena yang bersangkutan sudah harus mampu untuk menolong dirinya sendiri termasuk menolong orang lain”, ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL menyampakan terimakasih kepada Undana, rektor dan seluruh civitas akademika Undana, karena lewat Lembaga ini telah memberikan banyak kontribusi terhadap pembangunan di Provinsi NTT. “Pasti ada yang kurang tentunya dan kekurangan itu yang terus harus kita benahi dalam rangka kita menatap masa depan NTT yang lebih baik”, harap VBL.

VBL mengatakan, NTT sangat bangga punya Undana dan memiliki fakultas peternakan, pertanian, perikanan, kedokteran dan fakultas lainnya. “Pertanian NTT, profesi petani paling banyak 60-70 persen ada di NTT, baik peternakan maupun pertanian. Tapi kalau kita bertanya, di dalam profesi pertanian dan peternakan ini, apakah kesejahteraan paling banyak di situ ?, ternyata juga tidak, itulah penyumbang kemiskinan terbesar ternyata profesi ini. Itu pertanyaan yang menggangu. Lalu buat apa ada sarjana pertanian, buat apa saya kasih sekolah anak saya menjadi sarjana pertanian kalau ternyata pertanian NTT tidak pernah bertumbuh ?”, kata VBL.

VBL meminta para wisudawan khusus pertanian, peternakan, perikanan, agar tidak boleh diwisuda kalau belum mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk karya nyata di bidangnya masing-masing. Peternakan, sebelum diwisuda, minimal telah memelihara kalau babi 50 ekor babi, kalau kambing 50 ekor kambing, kalau sapi 25 ekor sapi. Jadi ukurannya langsung terukur. Begitu juga pertanian, minimal 1 hektar lahan dia sudah punya dan kelolah dengan rakyat. Kalau dia sarjana perikanan maka kalau budidaya, dia dipastikan sudah punya keramba apung. Entah budidaya di darat atau di laut minimal 2 Keramba dibuat, maka yang bersangkutan begitu selesai, dia tidak lagi mencari pekerjaan karena dia mampu melakukan pekerjaan dan bahkan dia mempekerjakan orang lain.

“Ke depan bukan kita mencari tahu berapa lahan yang kosong tetapi kita dapat memastikan berapa lahan yang telah dikerjakan. Kita rubah cara mindset kita ke depan, karena kalau kita tanya lahan kosong berapa ?, kita bingung. Tapi kalau kita sudah kerjakan maka itu sebuah kepastian. Kita akan menjawab dengan pasti, saya punya 1 hektar maka kalau 1000 orang, ada 1000 hektar yang telah dikerjakan”, jelas VBL.

Beliau menginginkan untuk terus adanya kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi dalam membangun NTT. “Saya mengharapkan sambutan hari ini dapat ditindaklanjuti dalam kerjasama yang konkrit. Kita lihat berapa lahan, mahasiswa ada berapa ? kita tinggal hitung, Undana sekian, Unika sekian, UKAW sekian, dengan kerjasama menurut saya, kita akan menatap masa depan kita, karena seluruh anak-anak pintar ada di lahan-lahan”, tegas VBL.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, mengatakan, muda atau tua sebuah universitas tidak bisa kita ukur hanya dari usia melainkan juga dari kontribusi yang bisa kita berikan bagi kemaslahatan bangsa dan kemanusiaan. Wisuda menandakan bahwa para wisudawan telah siap menempuh langkah memasuki dunia nyata. “Saya percaya setelah melalui gemblengan almamater Undana, para wisudawan mampu membuat pilihan tepat dan cepat untuk masa depan yang penuh dengan pilihan”, kata Fred.

Dalam situasi pandemi covid-19, Undana tetap berkomitmen memberikan layanan secara maksimal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi mutakhir termasuk wisuda dan Dies natalis Undana kali ini yang dilaksanakan secara daring. Fred Benu memberikan judul dalam pidato kali ini adalah menjadikan pandemi covid-19 sebagai tantangan dan peluang meningkatkan layanan pendidikan tinggi di garis depan.

Lulusan terbaik pada wisuda Undana kali ini adalah : 1). Irenius Abi, S.STP., M.Si, PPs, Ilmu Administrasi, IPK 3,94; 2). Kristin Melliyati Benu, S.Pd, FKIP, Bimbingan Konseling, IPK 3,92; 3). Yudi Lima, SH, Fakultas Hukum, Ilmu Hukum, IPK 3,90; 4). Fear Christa Sonopaa, S.Ak, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Akuntansi, IPK 3,89; 5). Yosepha Kumanirang, S.K.M, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, IPK 3,88; 6). Yohanes Frandoxa Rolency Paleng, S.Sos, FISIP, Ilmu Administrasi Negara, IPK 3,84; 7). Lukas Lia Donny Mukin, S.Mat, Fakultas Sains dan Teknik, Matematika, IPK 3,83; 8). Oktavia Oni, S.P, FAPERTA, Agribisnis, IPK 3,77; 9). Laurensia Yolani Alfredy, S.Pi, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Manajemen Sumber Daya Perairan, IPK 3,72; 10). Maria Dortiana Sijung, S.Pt, FAPET, Peternakan, IPK 3,65.

Wisudawan termuda adalah Bernike Lusitania Sumbay, tempat tanggal lahir : Ruteng 04 Juli 2020, Fakultas Kedokteran, Pendidikan Dokter, Umur 20 tahun 2 bulan dan Wisudawan tertua adalah Yohanes Lau, tempat tanggal lahir : Fatukleten 21 Desember 1962, PPs, Ilmu Administrasi, Umur 58 tahun.

Undana kali ini mewisuda 712 wisudawan/i, terdiri dari 44 magister, 2 profesi dan 666 sarjana. Total jumlah wisudawan/i yang telah dihasilkan Undana sampai dengan saat ini sebanyak 70.356 wisudawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Khusus Gubernur NTT (Imanuel Blegur), Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT (Selvi Pekujawang), Kepala Biro Humas &. Protokol NTT (Marius Jelamu), perwakilan wisudawan dan orang tua. (hms ntt/tim)

Komentar ANDA?