Kehadian Kapal Tenak Memangkas Biaya Pengiriman

0
138

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengakui, kehadiran kapal pengangkut ternak sapi dari NTT ke Jakarta sangat membantu memangkas biaya pengiriman ternak yang sebelumnya sangat besar.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 28 Januari 2016, Gubernur menjelaskan, kalau sebelumnya biaya pengiriman sapi sebesar Rp 1,8 juta/ekor, sekarang dengan kapal itu hanya sebesar R 350.000/ekor.

Kemudian, kalau sebelumnya ternak yang masuk ke karantina kemudian pihak karantina melakukan proses adminstrasi dan sebagainya memakan waktu sekitar dua sampai tiga minggu, sekarang hanya satu hari saja. Hal lainnya, penyusutan berat badan ternak juga semakin kecil dibandingan dengan yang selama ini berlaku.

Terkait kapal yang didatangkan Pemda DKI untuk mengangkut sapi pada akhir bulan Desember tahun lalu, gubernur membenakannya. Namun dia menegaskan, bukan dua kapal seperti yang diisukan selama ini, tetapi hanya satu kapal saja.

“Jadi hanya satu kapal saja yang datang dan pulang kosong karena tidak ada ternak sapi yang disiapkan. Dan perlu saya sampaikan bahwa, kondisi ini terjadi karena daerah in daerah Kristen, dan saat itu masyarakat sedang mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Natal, sehingga tidak mau menyibukan diri dengan urusan sapi. Ini yang peril dipahami bersama,” katanya.

Menurut Gubernur, populasi ternak sapi di NTT saat ini lebih dari 900.000 ekor dan sangat bisa memenuhi permintaan pasar. Karena itu, pulangnya kapal ke Jakarta dalam keadaan kosong janganlah diinterpetasikan macam-macam seolah-olah NTT sudah kehabisan ternaik sapi.

Gubernur juga mengatakan, saat ini pemerintah sedang siap membeli ternak langsung dari masyarakat dengan harga Rp 32.000/kg hidup untuk dikirim ke Jakarta dan akajn dibeli dengan harga Rp 39.000/kg hidup. (bp)

======

Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

 

Komentar ANDA?