Kejahatan Apakah yang Telah Dilakukan-Nya?

0
593

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari MINGGU PALMA, 24 Maret 2024*. Bacaan. Yesaya 50: 4-7 dan Fil 2: 6 – 11 dan Injil  Markus 14: 1-15, 47

Pada umumnya orang yang kreatif dan inovatif itu, akan terlihat pribadinya “berbeda” dengan yang lain. Mereka menjadi unik dan akan berpotensi menjadi yang terdepan dalam persaingan hidup yang semakin ketat. Sebab sikap kreatif dan inovatif pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang. Akan tetapi tidak semua orang yang mampu mengembangkannya dalam hidup sehingga akhirnya jadi sangat monoton hidup.

Hari ini kita kenangkan Yesus memasuki kota Yerusalem. DIA diarak khalayak ramai dengan pekikan meriah: *Hosana Putera Daud*. Yesus dielu-elukan orang ibarat seorang pahlawan perang, biarpun cuma mengendarai seekor keledai. Jelas DIA bukan sedang menyindir kita karena DIA tak mencari kemewahan. DIA juga bukan mencari popularitas atau mencari kepentingan yang diperebutkan dunia sambil mengorban kan orang lain. Yesus justru sangat paham bahwa semua itu tak punya nilai sedikitpun. DIA tahu membatasi Diri pada tugas perutusan-Nya di dunia. DIA datang untuk melakukan kehendak Bapa-Nya dengan taat dan setia.

Pengalaman ini bertolak belakang dengan kisah sengsara tadi. Orang banyak balik berteriak: *Salibkan Dia*. Sangat kontradiktif padahal tak ada sedikitpun salah-Nya. Yesus membutuh keikhlasan hati kita orang-orang pada zaman ini. Sebab kitapun mengambil bagian dalam tugas perutusan yang sama. Tuhan memerlukan inovasi kita untuk membawa kasih, damai dan pengampunan kepada sesama. Sebab itu kita seharusnya lebih dahulu bercermin pada diri Yesus untuk meraihnya. Yesus tak menghendaki agar kita lari dari tanggungjawab, biar berat sekalipun. Itu berarti kita mau belajar dari ketaatan Yesus akan kehendak Bapa untuk mengemban tugas.

Nabi Yesaya dalam bacaan pertama menggambarkan “Yesus sebagai hamba yang setia dan kretif”. DIA taat ketika menderita dan tidak berontak. DIA memberikan punggungnya dipukul dan pipinya kepada orang mencabuti janggutnya. DIA begitu pasrah kepada Allah cuma karena kasih-Nya buat kita manusia. Yesus harus menghadapi kenyataan salib yang berat sekalipun, tapi IA tahu itulah tugas perutusan-Nya. Jalan salib akhirnya tak sia-sia karena Yesus menyatukan kita semua para pengikut-Nya. Di situ Yesus hendak memberikan kita pesan agar menghargai segala bentuk pelayanan apapun.

Pada zaman sekarang ini kita sulit menghargai pelayanan dalam segala bentuk apa pun. Pekerjaan di rumah, di kantor atau di lingkungan manapun orang berusaha untuk hindari. Sebab tanpa profit yang menjanjikan bahkan terkadang pula kita menolak dengan tegas. Beda dengan Yesus hamba yang setia menderita justru pilih jalan pelayanan yang tidak lasim. Jalan yang tak biasa diminati oleh banyak orang. DIA memilih tugas dengan berusaha menjadi hamba yang mau menderita. Sebab itu marilah kita juga belajar mengosongkan diri sambil memberikan diri yang siap berkorban untuk kebaikan dan kemajuan banyak orang. Seperti apakah kita tunjukan semangat pelayanan kita?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?