Kejati NTT Kembalikan Uang Hasil Korupsi Bank NTT Surabaya Senilai Rp11,6 Miliar

0
1405
NTTSATU.COM — KUPANG —  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur berhasil mengembakikan uang milik Bank NTT hasil sitaan dari sejumlah tersangka berjumlah Rp11,6 Miliar. Uang ini selama ini dititipkan ke rekening khusus di Bank Mandiri cabang Kupang.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Dr. Yulianto, S.H.,M.H menegaskan, penanganan kasus korupsi bukan terletak pada jumlah tersangka yang ditahan. Tetapi bagaimana uang hasil korupsi itu dikembalikan kepada negara.

“Sudah saya tekankan. Kasus Bank NTT ini, kerugian keuangan negara mencapai Rp128 Miliar. Uang ini dulu kami sita, dan dititipkan ke Bank Mandiri. Karena pihak yang dirugikan itu Bank NTT, sehingga hari ini baru saya kembalikan uang senilai Rp11.651.945.000,” ujar Yulianto, kepada wartawan Selasa 7 September 2021.

Ke depan, Kejati NTT akan membentuk sebuah tim yang diketuai Wakil Kejati NTT, dan beranggotakan Kejari Kota Kupang beserta jajaran, dengan melibatkan Bank NTT untuk segera menyita aset milik Bank NTT yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Karena sangat banyak aset yang sudah kita lakukan penyitaan. Dalam waktu dekat, saya ingin aset itu harus diubah menjadi uang dan dimasukan kembali ke Bank NTT. Aset Bank NTT itu tersebar di Jakarta, Surabaya dan Jawa Timur,” jelasnya.

Setelah disita, aset-aset milik Bank NTT bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, seperti membuat kantor cabang, karena letaknya sangat strategis di tengah kota.

“Dalam waktu dekat, tim bentukan saya bersama Bank NTT secepatnya akan memutuskan asset ini mau dibikin uang atau digunakan kembali. Yang penting untuk kemakmuran masyarakat NTT,” kata Yulianto.

Yulianto menambahkan, perkara kasus korupsi Bank NTT telah inkrah, sehingga semuanya wajib dikembalikan ke Bank NTT yang merupakan pihak yang dirugikan, dengan total kerugian mencapai Rp128 Miliar.

“Saat ini baru awal yaitu Rp11 Milar. Sehingga saya akan tetap kejar terus aset yang ada, agar Bank NTT yang katanya bank sehat, bisa tambah sehat lagi. Makanya kita harus hadir disitu,” tandas Yulianto. (*/gan)

Komentar ANDA?