Kejati NTT Masuk Lima Besar Penanganan Kasus Pidum

0
117
Foto: As Pidum Kejati NTT, Budi Handaka

KUPANG. NTTsatu.com  – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati) NTT kembali menuai prestasi yang gemilang. Dimana, Kejati NTT masuk dalam urutan 5 besar untuk penanganan perkara pidana umum (pidum) di seluruh Indonesia.

Kejati NTT ditempatkan pada urutan ke-5 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada, Senin (2/5). Dengan masuknya Kejati NTT pada urutan ke-5, menambah prestasi dimana sebelumnya Kejati NTT merupakan ranking 1 dalam penanganan kasus tindak pidana khusus (Tipidsus) dan salah satu jaksanya, Robert Jimmy Lambila dinobatkan sebagai jaksa terbaik se-Indonesia.

Berkaitan dengan masuknya Kejati NTT dalam urutan 5 besar, As Pidum Kejati NTT, Budi Handaka, Kamis (5/5) mengaku bangga dengan apa yang diperoleh Kejati NTT.

Menurutnya, ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa dalam menangani kasus tindak pidana umum di Kejati NTT.

Dikatakan Budi, hal ini terwujud karena berkat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di NTT kepada Kejati NTT.

“Saya bangga dengan apa yang didapat oleh Kejati NTT. Ini sesuatu yang luar biasa,”kata Budi.

Bukan itu saja, kata Budi, hal ini terwujud atas berkat dukungan pimpinan di Kejati NTT yang selalu memberikan dukungan dalam menjalankan tugas terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam mengurus kasus Pidum yang ditangani Kejati NTT.

Diungkapkan Budi, Kejati NTT mampu mengungkap serta membuktikan kasus-kasus besar yang terjadi di NTT. Dimana, kasus-kasus itu berulang tahun. Namun, mampu dibuktikan oleh Kejati NTT di pengadilan hingga divonis oleh hakim.

Disebutkan Budi, semenjak dirinya bertugas di Kejati NTT ada dua kasus besar yang menyita perhatian publik NTT yakni kasus kematian Paulus Usnaat di dalam sel Polsek Nunpene Kabupaten TTU dan kasus kematian anggoga Buser Polres Kupang Kota, Bripka Obaja Nakmofa.

“Kami dianggap berhasil karena mampu membuktikan dua kasus besar di NTT yang pertama Paulus Usnaat yang tewas dalam sel dan kasus kematian anggota polisi Bripka Obaja Nakmofa,”terang Budi.

Dijelaskan Budi, ditahun 2015 lalu sedikitnya Kejati NTT menangani 15 kasus Pidum dan dua diantaranya kasus yang dianggap sulit untuk dibuktikan di pengadilan namun nyatanya dua kasus itu telah memiliki kekuatan hukum berdasarkan putusan hakim PN Kupang.

Untuk itu, tambah Budi, dirinya selaku Asisten Tindak Pidana Umum Kejati NTT akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan prestasi itu. Dan, dirinya akan berupaya juga agar kedepannya Kejati NTT untuk meraih peringkat pertama dalam penanganan kasus Pidum.

“Saya akan pertahankan apa yang ada. Sebelumnya Kejati NTT dapat peringkat 6, kali ini 5. Saya akan pertahankan dan berusaha kalau bisa urutan satu,”harap Budi.(dem)

Komentar ANDA?