Kejati NTT Tahan 2 TSK Kasus Rp 600 Miliar di Distabun NTT

0
139

As Pidsus Kejati NTT, Gaspar Kase, SH

 

KUPANG. NTTsatu.com – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Rabu (18/11/2015) sekitar pukul 21.00 Wita menahan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTT tahun 2012 senilai Rp 600 miliar.

Kajati NTT, John W. Purba, SH, MH melalui As Pidsus Kejati NTT, Gaspar Kase, SH, Kamis (19/11/2015) mengatakan dua tersangka kasus pengadaan benih pada Distanbun NTT, Kejati NTT menahan dua tersangka.

Dua tersangka yang ditahan, kata Gaspar, yakni I Made Jawana selaku Kepala PT Pertani cabang Kupang dan I Made Dwi Sunendra selaku kepala PT SHS. Sebelum ditahan kedua tersangka menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita.

“Rabu (18/11/2015) kami menahan dua tersangka dalam kasus BLBU di Distanbun NTT tahun 2012 senilai Rp 600 miliar. Dua tersangka itu yakni I Made Jawana dan I Made Sunendra, “ kata Gaspar.

Dikatakan Gaspar, kedua tersangka dalam kasus BLBU tahun 2012 di Distanbun NTT senilai Rp 600 miliar itu diperiksa oleh tim penyidik Kejati NTT diantaranya Devi Muskita, Ina Mallo dan beberapa tim penyidik Kejati NTT lainnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Gaspar, kedua tersangka diperiksa kesehatannya oleh dokter untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka. Setelah dinyatakan sehat oleh dokter, kedua tersangka langsung digiring menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kupang.

“Mereka diperiksa sejak pagi sekitar pukul 09.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita. Usai diperiksa dokter dan dinyatakan sehat. Setelah dinyatakan sehat kami langsung bahwa ke Rutan, “ kata Gaspar.

Ketika ditanya apakah dalam kasus senilai Rp 600 miliar itu aka nada penambahan tersangka, Gaspar menjelaskan tidak menutup kemungkinan aka nada penambahan tersangka dalam kasus itu. Penambahan tersangka bisa saja mencapai 2-4 orang.

“Pasti akan ada tersangka baru dalam kasus itu. Tersangkanya bisa mencapai 2 sampai 4 orang nantinya. Tapi untuk sementara belum ada tersangka baru, “ ungkap Gaspar. (dem/bp)

Komentar ANDA?