Kendalikan Harga Pasar, Bulog Ruteng Ikut Pameran Pembangunan

0
296
Foto: Aceng Nurdin, bersama staf sedang melayani pembeli pada stand Bulog di lokasi pameran Lapangan Motang Rua Ruteng

NTTsatu.com – RUTENG – Untuk mengendalikan harga sembako di pasar, Dolog Sub Divre Ruteng ikut berpartisipasi dalam pameran pembangunan Pemkab Manggarai dalam rangka HUT RI ke -72 di lapangang Motang Rua Ruteng dari 24 Agustus hingga 3 September.

Bulog membuka stand stand pameran  dan menjual aneka sembaku, khususnya beras murah, bawang merah, bawang putih, gula dan minyak goreng.

“Kita juga ikut pameran pembangunan dalam rangka menetralisasi harga di pasaran yang terus meningkat belakangan ini,” kata Aceng Nurdin kepala Dolog Sub Divre Ruteng kepada NTTsatu.com di ruang kerjanya, Senin (28/8).

Dia mengatakans, selama 3 hari pameran
di lapangan Motang Rua Ruteng stand milik bulog Ruteng dipadati pembeli yang mana sembako jenis gula pasir laku terjual dari 300 hingga 400 kg per hari.

“Pembeli memadati stand pameran pada sore dan malam hari,” ujar Aceng.

Menurut dia, harga sembako dijual tentu sangat berbeda dengan harga di pasaran. Untuk  gula pasir dijual bulog Rp 12.500 per Kg semengtara di pasaran Rp 15.000 hingga Rp  18.000, Beras dijual Rp 8.700 per Kg dimana di pasaran Rp 10.000, harga bawang merah Rp  20.000 dan bawang putih Rp.22.000 harga pasaran berkisar antara Rp.30.000 – Rp 35.000 per Kg.

Foto: Pembeli antusias mendatangi stand Bulog dalam lokasi pameran

“Saya berharap momen ini benar- benar dimanfaatkan oleh warga agar tidak mengeluhkan kondisi harga di pasaran,” kata Aceng.

Dia mengatakan, kali ini pihak Bulog juga menjual bawang karena melihat kondisi harga di pasar melambung tinggi dan juga didukung dengan tersedianya stok bawang merah dan putih dengan kualitas baik bersumber dari produksi lahan petani di Pota kecamatan Sambi Rampas kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Karena masih dalam penanganan dua wilayah kabupaten yakni  Manggarai dan Matim, kegiatan pasar murah dolog sub divre Ruteng nantinya bukan hanya di kota Ruteng , kegiatan sama dalam pameran pembangunan akan dilakukan di Borong ibu kota Matim  pada 4 September mendatang.

“Agar masyarakat tidak sulit , kita akan terus mengendalikan harga pasaran di dua Kabupaten,” tukas Aceng.

Ditambahkanya, karena stok masih banyak diperkirakan kegiatan pasar murah bukan hanya di tempat pameran tetapi akan berlanjut di rumah pangan kita yang slalu menyediakan pasar murah beras, gula, minyak goreng dan bawang bagi masyarakat Manggarai dan Matim.

“Kita selalu siap melayani masyarakat di rumah pangan kita baik di Ruteng maupun di Borong,” tambahnya.

Sementara Dede Bibus salah seorang warga Kota Ruteng sangat senang dengan langkah Bulog Ruteng yang memyediakan pasar murah beras, gula dan bawang.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat karena harga di pasar inpres Ruteng masih sangat mahal,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan ini mesti gencar diakukan atau disosialisasikan kepada masyarakat pelosok Manggarai agar keluhan dari warga di desa-desa bisa juga terjawab dengan tren naiknya harga sembako di pasaran. (mus)

Komentar ANDA?