Keterangan Palsu, Soleman Radja Terancam 7 Tahun Penjara

0
135

KUPANG. NTTsatu.com  – Soleman Radja Ketua Yayasan PGRI NTT, terancam hukuman selama 7 tahun penjara karena diduga memberikan keterangan palsu di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang.

Pasalnya, Samuel Haning segera melaporkan Soleman Radja ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait dugaan keterangan palsu dibawah sumpah ketika di periksa sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang.

Samuel Haning melalui kuasa hukumnya, Yohanes D Rihi, SH alias JR kepada wartawan, Kamis (7/1/2016) mengatakan Samuel Haning melalui dirinya akan melaporkan Samuel Radja ke Polda NTT terkait dengan dugaan keterangan palsu dibawah sumpah ketika diperiksa di PN Klas I A Kupang.

Menurut JR, sesuai pasal 242 KUHAP ditegaskan, barang siapa dalam keadaan dimana undang-undang (UU) menentukan supaya memberikan keterangan diatas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberikan keterangan palsu diatas sumpah baik dengan lisan atau diatas tulisan secara pribadi atau melalui kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu diancama dengan pidana paling lama tujuh (7) tahun penjara.

“Dalam waktu dekat kami akan laporkan Soleman Radja ke Mapolda NTT dengan tuduhan memberikan keterangan palsu dibawah sumpah. Akibat perbuatannya Soleman diancam dengan pidana selama 7 tahun penjara, “ katanya.

Dijelaskan JR, pihaknya akan melaporkan Soleman atas keterangannya yang menyatakan bahwa Samuel Haning tidak sah sebagai seorang rektor PGRI NTT, namun dalam surat yang ditandatangani diatas materai 8 November 2014 lalu, dirinya menyatakan bahwa Samuel Haning adalah rektor Universitas PGRI NTT yang sah.

Namun, lanjut JR, dalam persidangan di PN Klas I A Kupang, Soleman Radja mengatakan bahwa Samuel Haning bukanlah rektor yang sah di Universitas PGRI NTT. Dan Samuel Haning seharusnya tidak menggelar wisuda bagi mahasiswa namun tetap dilaksanakan oleh Samuel Haning.

“Anehnya dalam surat yang diatas materai, Soleman bilang kalau Sam Haning adalah rektor yang sah tapi di Pengadilan Negeri (PN) dia (Soleman) bilang Sam Haning bukanlah rektor yang sah, “ terang JR.

Menurut JR, ini merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Soleman Radja dengan membohongi hakim. Untuk itu Soleman akan dilaporkan ke Mapolda NTT karena keterangannya yang diduga palsu dibawah sumpah. (che)

=====

Keterangan foto: Soleman Radja ketika diperiksa di PN Klas I A Kupang, Kamis (7/1/2016)

Komentar ANDA?