Ketua BPPD NTT Sedang Persiapkan Blue Print Pariwisata NTT

0
533

NTTsatu.com — RIUNG — Ketua Badan Promosi Pariwisata (BPPD) NTT, Rocky Pekudjawang mengatakan bahwa kini pihaknya tengah keliling ke seluruh kabupaten di NTT untuk menghimpun data guna mempersiapkan blue print pembangunan pariwisata NTT.

“Memang sejak 25 Juli hingga 4 Agustus 2020 kami keliling Maumere, flores Timur, Lembata, Alor dan berakhir di Labuan Bajo untuk menggali potensi wisata masing – masing daerah agar dibikin blue print pembangunan pariwisata NTT. Setelah semua disiapkan kita akan bekerjasama dengan konsultan untuk mempersiapkan semuanya,” tegas Rocky yang dimintai komentarnya ketika berada di salah satu pulau di ke-17 pulau riung yang eksotis.

Menurut Rocky blue print menjadi salah satu hal yang penting dan mendasar bagi pariwisata NTT. Semua potensi pariwisata NTT menarik, masing masing daerah punya keunikan dan keunggulannya dan itu menjadi kekayaan yang luar biasa buat kita. Tapi tidak semua harus kita kembangkan saat ini, potensi yang paling memungkinkan dan itu coba dihubungkan dengan pasar potensial agar terjadi interaksi dan kunjungan wisatawan.

Sebagai contoh saat berkunjung ke Kabupaten Lembata, Rocky yang juga staf khusus Gubernur NTT bidang pariwisata ini menjelaskan potensi Lembata luar biasa. Wonderful! Tapi kita perlu mengemaskan jadi menarik agar bisa dikunjungi oleh wisatawan.

Demikian pula ketika tiba di Riung bersama Duta Besar Seychelles, Niko Barito, Rocky juga mengagumi daerah ini. Bahkan dia berpendapat Riung dapat menjadi lokasi wisata bagi highend traveller. Untuk itu bagaimana pengembangannya dan bagaimana mempromosikan, penetrasi pasar hingga mendatangkan wisatawan menjadi tugas yang tidak mudah. Karena itu Rocky meyakini blue print pariwisata NTT menjadi penting.
Sementara itu Duta Besar Seychelles, Niko Barito mengaku kagum dengan NTT. NTT menurutnya mirip dengan Seychelles karena sama – sama berbentuk kepulauan.

“Saya menyarankan jika Pemprop NTT mau fokus mengembangkan pariwisata sebagai program unggulan, harus membangun destinasi khusus,” kata Niko Barito.

Niko menyebutkan Seychelles adalah negara Kepulauan satu kesatuan dengan Afrika di Lautan Hindia. Memiliki 115 buah pulau dengan zona lautnya luas dari tiga gugusan kepulauan.

“Pontensinya tidak beda dengan Propinsi NTT. Mungkin beda pengelolaan pembangunannya saja,” kata Niko.

Misalnya Pariwisata kata Niko, potensi NTT sesungguhnya lebih baik dari Seychelles. NTT ada Danau tiga warna, Kelimutu, ada prosesi Semana Santa di Larantuka, ada kampung tradisional Bena di Ngada, ada kampung tradisional Waerebo di Manggarai, ada Pasola dan ratusan kampung adat di Sumba serta ada binatang purba Komodo di Labuan Bajo.

“Negara kami tidak punya potensi unik seperti itu. Tetapi pariwisatanya disana cukup maju. Ini karena kami bangun destinasi khusus dan cukup menarik para wisatawan. Pemasukan Negara dari pariwisata cukup dominan,” kata Niko.

Karena itu Niko Barito menyarankan jika NTT mau menjadikan pariwisata menjadi program ungulan harus membangun destinasi khusus.

Dia menegaskan, program pariwisata itu sangat berkaitan dengan jasa. Pariwisata adalah motor penggerak. Karena berkaitan erat dengan semua sektor, seperti perikanan, pertanian dan infrastruktur.

Mantan Wakil Sekjen PBB inipun kembali menegaskan jika mau membangun Pariwisata NTT, maka harus fokus pada destinasi khusus‎, walaupun mahal harganya tetapi itu harus dihadapi dan perlu ada terobosan.

“Misalnya di Seychelles ada pulau, yang tidak ada listrik, tidak ada wifi dan ke pulau itu hanya bisa pakai pesawat kecil. Untuk menginap di pulau ini satu malam harganya 3.000 Euro. Ini karena kami bangun destinasi khusus yang cukup menarik bagi wisatawan,” kata Niko Barito.

Pemerintah Seycheles kata Niko, akan mendukung program pariwisata Gubernur NTT. Dia mengingatkan jangan sampai Gubernur bicara lain, Bupati dan Walikota maunya juga lain. Harus memiliki visi misi yang sama soal pembangunan pariwisata. Pemerintah Seycheles akan membantu.  (bp)

======

Foto : Ketua BPPD NTT, Rocky Pekudjawang dan Duta Besar Seychelles, Niko Barito saat berkunjung ke Riung, Ngada untuk melihat potensi Riung yang akan dikembangkan menjadi ‘highend product’ pariwisata.

Komentar ANDA?