Ketua FPG Tuding Ada Persekongkolan dalam Polemik Minta Jatah di PDAM

0
657
FPG Yoakhim Jehati ketika bicara saat sidang di DPRD Manggarai.

NTTSATU.COM — RUTENG — Anggota DPRD Manggarai yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar, Yoakim Jehati, S.Ag, menuding ada sejumlah anggota Dewan lainnya bersekongkol dengan Direktur Utama (Dirut) PDAM dalam perekrutan Tenaga Harian Lepas (THL) di perusahaan milik daerah itu.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama (Dirut) PDAM pada Senin (24/01/2022), seperti dilansir gardantt.id

Pernyataan Yoakim tersebut didasari atas dirinya yang tidak diperkenankan oleh anggota dewan lainnya untuk berbicara dalam rapat tersebut. “Saya juga baru tahu, di ruangan ini juga membatasi hak semua orang anggota Dewan menyampaikan pikiran dengan tidak dibuka kembali maka disimpulkan teman-teman anggota dewan 15 orang bersekongkol dengan PDAM,” kata Yoakim.

Tudingan tersebut membuat anggota Dewan dari Fraksi Demokrat, Silvester Nado geram. Silvester lantas meminta Yoakim menarik kembali ucapannya itu.

“Pimpinan, saya minta pernyataan dari Pa Yoakim ditarik kembali, ini tidak benar pimpinan,” tegasnya.

Boni Burhanus, anggota Dewan lain dari Fraksi Gerindra juga turut merespon pernyataan Yoakim tersebut. Kata dia, dalam Tata Tertib (Tatib) sudah disepakati bersama bahwa hanya dibuka satu sesi. Tatib tersebut, mesti ditaati oleh semua peserta rapat. “Dari awal sudah ditegaskan bahwa hanya satu sesi yang dibuka, saya harap ini ditaati oleh kita semua sebagai peserta sidang,” ujar Boni.

Untuk diketahui, RDP tersebut digelar dalam rangka mendengar klarifikasi atas beredarnya rekaman suara Marselus Sudirman selaku Dirut PDAM Tirta Komodo terkait adanya sejumlah pejabat yang meminta jatah THL di perusahaan daerah tersebut.

Sejumlah pejabat yang meminta jatah tersebut diantaranya, Bupati Manggarai, Heribertus G L.Nabit, Wabup Heribertus Ngabut, Sekda, Fansi Jahang dan juga anggota Dewan yang belum diketahui namanya.

Sementara itu, Marsel Sudirman, dalam klarifikasinya dihadapan anggota DPRD Manggarai membantah terkait adanya permintaan jatah itu.
Marselus berkelit, bahwa apa yang diungkapkannya dalam rekaman tersebut tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu termasuk anggota DPRD Manggarai.

“Di pembicaraan saya, saya mengatakan ada history. History itu tidak hanya terjadi sekarang tetapi terjadi yang kemarin-kemarin itu,” ungkap Marselus.

Dia juga menegaskan, jika saat ini di Perumda Tirta Komodo pihaknya belum ada rencana untuk melakukan perekrutan THL baru.

“Di depan Bapa Ibu Dewan terhormat ini bahwa nanti kalau ada penerimaan baru saya pasti mengeluarkan pengumuman dan kebutuhannya untuk apa saja,” tambahnya.

Marsel Sudirman juga menyampaikan permintaan maaf kepada 35 Anggota DPRD Manggarai atas pernyataannya melalui rekaman suara yang menyebut ada anggota Dewan yang meminta jatah menitipkan THL di Perumda Tirta Komodo. (*/bp)

Komentar ANDA?