Kiliner/Resto Dongkrak Ekonomi Ende Tumbuh 3,87 Persen, Bupati Ende: Kita Masih Tangguh

0
338

NTTSATU COM — ENDE —ย  Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupten Ende pada 2023 mencapai 3,87 persen.

Demikian ungkap Kepala BPS Ende Martinus Tulit Beni SST.MSI , saat ditemui di ruang kerja pada Senin 18/3/2024. Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, seluruh kategori lapangan usaha pada PDRB Kabupaten Ende menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini patut diapresiasi.

Pertumbuhan Ekonomi Ende pada 2023 didorong oleh tiga lapangan usaha dominan, yaitu Penyediaan akomodasi dan makan minum dengan kontribusi tumbuh positif dua digit sebesar 15,34 persen. Kemudian kategori Pengadaan Listrik dan Gas juga tumbuh positif dua digit sebesar 11,29 persen, dan industri pengolahan sebesar 8,09 persen. Jika dilihat pada lapangan usaha sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; pertumbuhannya melambat namun tetap positif 4,06 persen di tahun ini, bandingkan dengan pertumbuhan di 2022 yang sebesar 5,06 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2023, ekonomi kabupaten Ende semakin bertransformasi untuk bergeser ke arah yang lebih baik, yaitu struktur produksi yang awalnya dominan di sektor primer (pertanian) menuju pertumbuhan ekonomi yang dominan di sektor sekunder (pengolahan manufaktur) & tersier (jasa-jasa).

Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ende, dapat membawah dampak pada peningkatan pendapatan perkapita penduduk dari Rp. 24,831,090 per kapita/tahun pada tahun 2022 menjadi Rp. 26,471,220 perkapita /tahun pada tahun 2023, tegas Martinus.

Bupati Djafar ketika di temui di Rumah Jabatan pada selasa 19/3/2024 di jalan Soekarno menjelaskan adanya pertumbuhan ekonomi di ende tahun sebesar 3,87 persen karena adanya kontribusi dari kuliner yaitu restoran & rumah makan yang ada di Ende.

Djafar pun mengakui adanya usaha-usaha kuliner seperti restoran rumah makan dan lesehan yang sangat marak di kota Ende sekarang ini. Misalnya di pusat Kuliner Pantai Kota Raja Ende dan seputaran Lapangan Pancasila Ende, sepanjang Jalan Protokol Kelimutu dan Ahmad Yani sampai di jalan Gatot Subroto. Sampai usaha kuliner yang bernama Kaki Lena yang berada di jantung kota Ende disamping kampus Universitas Flores, kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah yang tidak hanya memanjakan lidah pengunjung saja selain itu juga memanjakan mata dengan melihat kota Ende dari ketinggian di malam hari.

Di era Globalisasi sekarang ini resto/rumah makan lesehan yang hanya menyuguhkan makanan khas daerah itu saja, akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih rendah jika dibandingkan dengan resto yang sekaligus menyuguhkan pemandangan alam dan wisata alam lainya.

Menurut Djafar, data PDRB dari Publikasi Ende Dalam Angka Tahun 2024 yang diterbitkan secara rutin oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende menjelasaan bahwa Usaha kuliner seperti restoran merupakan salah satu kegiatan usaha yang memiliki peluang besar, disamping itu mengingat kebutuhan ini tidak akan putus dalam kehidupan manusia, karena manusia membutuhkan makanan dan minuman dalam melakukan kegiatan sehari hari. Sekarang ini banyak bermunculan tempat makan baik yang berupa restoran, rumah makan, atau warung lesehan.

Hal ini bisa dilihat di kota Ende sekarang dimana tingkat pertumbuhan ekonomi meningkat yang disertai dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Ende dari Rp.24,831,090 pada tahun 2022 menjadi Rp.26,471.220 pada tahun 2023 yang membuat standar produksi masyarakat Ende meningkat sehingga menimbulkan perubahan perilaku konsumen dimana konsumen akan menginginkan sesuatu yang siap saji meski harga makanan dan minuman mungkin lebih mahal, jika dibandingkan membuat sendiri. Ini dapat terlihat dari tingkat daya beli atau pengeluaran masyarakat kabupaten Ende setiap tahun meningkat. Menurut Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan penduduk Ende yang bersumber dari SUSENAS yang datanya ada pada Publikasi Ende Dalam Angka Tahun 2024, pada tahun 2022 Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan per orang masyarakat di kabupaten Ende sebesar RP 1,008,449 meningkat menjadi Rp 1,121,834 pada tahun 2023, tuturnya.

Bupati Ende Drs. H. Djafar Achmad, M.M. juga mengapresiasi pertumbuhan positif tersebut. Jika dibandingkan Kabupaten lain di Pulau Flores, pertumbuhan ekonomi di Ende masih relatif tangguh. โ€œKita relatif tangguh, karena mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi dibanding tahun 2022. Pada tahun 2022, pertumbuhan Kabupaten Ende tumbuh 3,09 persen. Sedangkan tahun 2023 ekonomi Kabupaten Ende tumbuh sebesar 3,87 persen. Lebih dalam lagi jika dilihat, setelah Pandemi Covid-19 yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi minus di seluruh dunia, Kabupaten Ende selama tiga tahun berturut-turut mengalami percepatan pertumbuhan Ekonomi. Percepatan ini artinya pertumbuhan ekonomi selalu lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tren pemulihan ekonomi kita di Ende tangguh,โ€ ujarnya.

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ende selama 5 tahun terakhir, dikutip dari Publikasi Publikasi Ende Dalam Angka Tahun 2024, BPS:
2019: 5,08 persen
2020: -1,33 persen (Covid-19)
2021: 2,13 persen
2022: 3,09 persen
2023: 3,87 persen

Kedepan kata Djafar jika masyarakat Ende sare lio pawe masih memberikan kepercayaan untuk dirinya melanjutkan kepemimpinan Ende Tahun 2024-2029, maka beliau ingin menjadikan kota Ende sebagai kota Wisata kuliner di pulau Flores, yang merupakan salah salah satu jenis wisata yang memiliki dampak pengganda atau multiplier effect dalam perkembangan suatu daerah.

Wisata kuliner juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran serta menciptakan kesejahteraan masyarakat. Nilai positif yang dapat diperoleh dari wisata yang satu ini, kata Djafar adalah menumbuhkembangkan pamor makanan asli daerah yang sudah mulai tergeser oleh produk produk makanan asing seperti pizza, spaghetti, masakan Jepang dan masakan luar lainya. Untuk mendukung kemajuan sektor wisata kuliner, maka diperlukan adanya partisipasi dari masyarakat dan kerja sama dengan pengelola wisata kuliner tersebut.

Untuk itu perlu dibuat sebuah usaha untuk meningkatkan potensi ekonomis ini dengan memberikan sentuhan atau dukungan untuk dapat menarik wisatawan lokal atau asing dalam menikmati kuliner asli daerah. Hal ini terbukti semakin banyaknya tempat pariwisata di Indonesia umunya dan Ende khusunya yang terkenal akan wisata kuliner. (Ino)

Komentar ANDA?