KMK St. Thomas Moore FEB Undana Melakukan Kegiatan KKBM di Bolan

0
468

NTTsatu.com — MALAKA —  Keluarga Mahasiswa Katolik St. Thomas Moore FEB Undana melakukan kegiatan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) yang bertempat di paroki St. Fransiskus Xaverius Bolan. Kegiatan yang dimulai dengan upacara seremonial ini diikuti Kurang lebih 31 orang dengan  tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Umum kegiatan ini, Frederikus Wawo Dale :menyebutkan tema yang diambil dalam kegiatan ini yakni “Membangun kasih dan kekeluargaan ditengah masyarakat”.

Dikatakannya, dalam tema ini terdapat nilai-nilai yang terkandung diantaranya.
1. Membangun tujuan kreativitas mahasiswa Undana khususnya keluarga mahasiswa katolik St.Thomas More Fakultas Ekonomi dan Bisnis u Undana.
2. Menanamkan nilai nilai sosial kepada mahasiswa terhadap lingkungan.
3. Pembekalan dan pendidikan Keluarga Mahasiswa  Katholik St.Thomas More
4. Saran untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa dalam keluarga mahasiswa katolik St.t Thomas More .
5. Melaksanakan program kerja badan mengurus masa bakti 2020/2021.

Seremonial pembuka yang dipimpin langsung oleh Ketua umum KMK St.Thomas More dan di hadiri oleh pastor paroki Romo Yosep Meak, Pr dan bebarapa umat dari paroki St. Fransiskus Xaverius Bolan

Dalam sambutannya Ketua umum Frederikus Wawo Dale : menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pastor paroki dan umat sekalian yang telah menerima mereka  menjadi bagian dari keluarga KMK St Thomas More.

“Kami hadir disini dinaungi oleh tiga benang merah yaitu yang pertama Kristianitas yaitu kami sebagai orang yang beragama yaitu dibawah naungan St Thomas More, yang kedua yaitu fraternitas atau persaudaraan yaitu kami hadir sebagai kerkeluarga, dan yang ketiga intelektualitas yaitu kami sebagai mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis dengan hadirnya kami disini kami akan mengiplementasikan apa yang kami dapat di kampus untuk saling berbagi,” katanya.

Perwakilan dari OMK yang diwakili oleh Ignatia Seuk Nahak juga menyampaikan bahwa kita hadir disini dari berbagai suku ras yang berbeda tapi kita disatukan oleh perasaan yang sama yaitu rasa saling memiliki.

“Kita hadir disini bukan sebagai sebuah kebetulan melainkan dari kehendak Tuhan yang mempersatukan kita untuk hadir disini karena terkadang ketika kita memlilih 1 diantara 1000 itu mudah tetapi ketika kita memilih 1 diantara 2 itu memang sulit tapi karena Tuhan kita kita disatukan diparoki Bolan,” katanya.

Sementara Rm Yosep Meak menyampaikan, “terima kasih untuk mau menjadi bagian dari kami di Bolan. Saya harap teman-teman  tetap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan tetap berjaga jarak antara kita semua,” kata Rm. Yoseph Meak, Pr. (pol/gan)

Komentar ANDA?